Breaking News:

Oknum PNS Bolos Kerja setelah Diperiksa Kejari, Wali Kota Binjai: Kalau Tak Bisa Dibina, Binasakan!

Wali Kota Binjai Amir Hamzah terlihat berang melihat tingkah Juanda. Menurutnya, aparatur sipil negara harus taat undang-undang dan peraturan pemerint

Penulis: Satia | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/SATIA
Wali Kota Binjai Amir Hamzah tengah mencari pejabat baru 

TRIBUN MEDAN.com, BINJAI - Juanda, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Perhubungan Kota Binjai, yang telah diperiksa oleh Jaksa, terkait dugaan korupsi pengadaan CCTV pada tahun anggaran 2018, hingga kini belum ngantor. 

Wali Kota Binjai Amir Hamzah terlihat berang melihat tingkah Juanda. Menurutnya, aparatur sipil negara harus taat undang-undang dan peraturan pemerintah. 

"Kepala Dinas harus menyurati kenapa tidak masuk. Ada tahapan pemberhentian dan hukuman disiplin, kalau tidak bisa dibina ya dibinasakan," kata dia, saat ditemui di Rumah Dinas, Jalan Veteran, Kota Binjai, Selasa (15/6/2021). 

Pemeriksaan terhadap dugaan korupsi pengadaan CCTV ini bermula pada Mei lalu. Sejak saat itulah, Juanda tidak pernah masuk kantor.

Dalam PP 53 Tahun 2010 ini yang dimaksud dengan, Disiplin Pegawai Negeri Sipil adalah kesanggupan Pegawai Negeri Sipil untuk menaati kewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan dan/atau peraturan kedinasan yang apabila tidak ditaati atau dilanggar dijatuhi hukuman disiplin.

Pada aturan tersebut, dimaksud juga didalamnya mengenai kehadiran ASN dalam bekerja. Jika kedapatan bolos dengan batas dan alasan tidak tepat, akan dikenakan sanksi tegas. 

Amir mengatakan, dalam aturan PP Nomor 53 itu, jika tidak masuk kantor 46 hari, maka ASN tersebut dapat diberhentikan dari pegawai. 

"Dalam PP 53 itu, 46 hari tidak masuk kerja, dapat diberhentikan dengan tidak hormat sebagai PNS. Aturan ini berlaku untuk semu ASN," ungkapnya. 

Selain itu, ia juga meminta kepada Kepala Dinas Perhubungan Kota Binjai, Syahrial agar bijak dalam memimpin. Berikan teguran, kata dia kepada pegawai yang tidak taat dalam aturan. Jika tidak, menurutnya Syahrial sendiri yang mendapatkan teguran. 

(wen/tribun-medan.com)
   

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved