Breaking News:

Pencarian Herlan Gurning

Tim Gabungan Mulai Lakukan Pencarian Herlan Gurning, Pemuda yang Mendadak Hilang di Kabanjahe

Tim gabungan dari Badan Pencarian dan Pertolongan, mulai melakukan proses pencarian terhadap Herlan Gurning.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribun-medan.com/Nasrul
Personel Basarnas bersiap untuk turun ke Sungai Lau Biang untuk melakukan pencarian Herlan Gurning, Selasa (15/6/2021). (Tribun-medan.com/Nasrul) 

Tim Gabungan Mulai Lakukan Pencarian Herlan Gurning, Personel Susuri Sungai Dengan Teknik Lowring Sistem

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Tim gabungan dari Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kantor Medan, Polda Sumatera Utara, dan Polres Tanah Karo, mulai melakukan proses pencarian terhadap Herlan Gurning.

Berdasarkan informasi, Herlan dinyatakan hilang setelah mobil yang dikendarainya ditemukan di Jembatan Sungai Lau Biang, Desa Kandibata, Kabanjahe, Kamis (10/6/2021) kemarin.

Herlan Gunring, warga Jalan Simpang Tongkoh, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Tanahkaro hilang misterius sejak Kamis (10/6/2021) kemarin.(HO)
Herlan Gunring, warga Jalan Simpang Tongkoh, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Tanahkaro hilang misterius sejak Kamis (10/6/2021) kemarin.(HO) (HO)

Amatan Tribun-medan.com, personel tim dari Basarnas Medan melakukan proses evakuasi dengan cara turun ke sungai melalui dinding jembatan.

Untuk melakukan proses evakuasi ini, salah satu personel dari Basarnas turun dengan bantuan tali yang telah disimpul dan diikat ke mobil truk milik Basarnas yang diparkirkan di atas jembatan.

Tim SAR Medan melakukan pencarian terhadap Herlan Gurning, lelaki asal Tanahkaro yang hilang misterius di jembatan Sungai Lau Biang, Selasa (15/6/2021). Herlan Gurning hilang sejak Kamis (10/6/2021) kemarin.(TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD NASRUL)
Tim SAR Medan melakukan pencarian terhadap Herlan Gurning, lelaki asal Tanahkaro yang hilang misterius di jembatan Sungai Lau Biang, Selasa (15/6/2021). Herlan Gurning hilang sejak Kamis (10/6/2021) kemarin.(TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD NASRUL) (TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD NASRUL)

Berdasarkan keterangan dari Komandan Regu (Danru) Tim Evakuasi Erikson, untuk tahap awal ini pihaknya melakukan proses evakuasi dengan cara lowring sistem. Dirinya menjelaskan, teknik ini merupakan penerjunan personel ke titik yang diduga tempat hilangnya korban dengan cara menuruni tebing.

"Ini kita sebut lowring sistem, kita melakukan pemantauan dari pinggir jembatan lansung ke bawah. Karena kalau dari bibir tebing sungai itu enggak bisa, jadi kita turun lewat jembatan," ujar Erikson, Selasa (15/6/2021).

Dirinya mengungkapkan, untuk tahap awal ini pihaknya masih fokus untuk mencari di titik lokasi diduga hilangnya korban. Dirinya mengatakan, jika nantinya ditemukan adanya petunjuk lain, maka dimungkinkan akan dilakukan pencarian dengan tahap selanjutnya.

"Ini masih kita lakukan pencarian di titik sini dulu, kalau ada petunjuk kemungkinan kita lakukan penyisiran lebih lanjut," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved