ASN Disdik Dijambret Dua Pria di Dekat Polsek Labuhan Usai Pulang Mengawas
Korban sempat menjerit keras ketika pelaku jambret menarik paksa tasnya, ketika melintas di Simpang Kantor, dekat Polsek Labuhan.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seorang wanita paruh baya menjadi korban keganasan jambret di wilayah hukum Polsek Labuhan.
Korban diketahui Yuni seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan yang hendak pulang mengawas di sekolah di Medan Labuhan, Rabu (16/6/2021).
Baca juga: Pengumuman PPDB Molor, Orang Tua Siswa: Kapan Sih Sebenarnya Pengumumannya
Korban sempat menjerit keras ketika pelaku jambret menarik paksa tasnya, ketika melintas di Simpang Kantor, dekat Polsek Labuhan.
Namun, pelaku jambret yang berjumlah dua orang pria berhasil kabur membawa tas korban.
Yuni warga Terjun, Kecamatan Marelan menceritakan, saat kejadian dirinya sedang berkendara di atas sepeda motor.
Diduga, dirinya telah diikuti oleh kedua pelaku sejak melintas di Jalan Yos Sudarso.
"Tadi pelakunya dua orang, kayaknya remaja tanggung. Yang dibonceng ciri-ciri rambutnya agak gondrong. Mereka meliuk-liuk usai narik tas saya dekat polsek Kejadiannya.
Padahal tas saya sudah di bagian depan saya," katanya.
Yuni mengatakan, tas yang dirampas pelaku jambret berisi uang tiga juta.
Selain itu, korban kehilangan kartu ATM, Kartu Tanda Penduduk serta handphone seharga tiga juta.
Baca juga: SOSOK Pengusaha Kaya yang Tiduri 4.000 Cewek Cantik, Tewas Diracun Istri yang Nikahi 3 Bulan
"Tadi saya hendak jalan pulang usai mengawas sekolah di Medan Labuhan. Di tas saya itu ada uang 3 juta, handphone dan kartu-kartu penting kayak ATM dan KTP," ujarnya.
Atas kejadian ini, korban langsung melaporkan musibah yang dialami ke Polsek Labuhan.
Dia berharap petugas bergerak cepat menangkap kedua pelaku dan penadah barang curian yang kian marak.
(Dyk/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/yuni-asn-disdik-tengah-menceritakan-musibah-yang-dialami.jpg)