Breaking News:

Harga Daging Sapi Turun Tapi Daging Beku Masih Mahal, Ini Penjelasan Disperindag Sumut

Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sumatra Utara mencatat harga daging sapi di Sumut perlahan menurun. Rata-rata harga daging sapi pada Rabu.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/KARTIKA SARI
Pedagang daging saat membungkus daging pesanan di Pusat Pasar Medan, Minggu (13/6/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sumatra Utara mencatat harga daging sapi di Sumut perlahan menurun. Rata-rata harga daging sapi pada Rabu (16/6/2021) senilai Rp127.774 per kg.

Dibandingkan dengan rata-rata harga daging sapi pada Rabu (9/6/2021) yang dicatatkan Disperindag Sumut, harga tersebut menurun sekitar 0,9 persen dalam sepekan dari Rp128.955 per kg.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri PDN Disperindag Sumut Barita Sihite mengatakan penurunan harga ini terjadi karena permintaan daging yang menurun.

"Harga daging sapi perlahan menurun sejalan dengan permintaan yang menurun," ungkap Barita, Rabu (16/6/2021).

Dijelaskan Barita, untuk hari ini harga daging sapi tertinggi dijual seharga Rp150 ribu per kg di Kabupaten Mandailing Natal. Sementara, harga terendah dijual seharga Rp120.000 di Kabupaten Labuhanbatu.

Sementara itu, untuk harga di beberapa pasar di kota Medan seperti Pasar Simpang Limun, Pasar Palapa, Pusat Pasar, Pasar Sukaramai, dan Pasar Sukaramai berada di harga Rp125 ribu per kg, sedangkan harga daging di Pasar Petisah berada di harga Rp135 ribu per kg.

Saat disinggung mengenai harga daging beku, Barita menyebutkan bahwa tingginya harga daging beku di pasaran yang bisa mencapai Rp90 ribu- Rp100 ribu lantaran faktor menipisnya stok daging beku dari India .

"Kita saat ini menunggu daging beku ini. Kalau daging lokal masih juga masih dalam kondisi normal tidak seperti stok daging beku dari India," tuturnya.

Dikatakan Barita, terkait hal ini, Disperindag Sumut tetap melakukan koordinasi dengan Satgas Pangan dari Polda Sumut untuk mengantisipasi adanya kecurangan.

"Kita tetap memantau pasar dan tetap berkoodinasi dengan Satgas Pangan dari Polda. Hingga saat ini belum ada memang ditemukan kasus mengenai penimbunan daging. Kalau udah ada indikasi seperti itu, dari Satgas Pangan pasti kontak ke kita," ucapnya.

Harga kebutuhan pokok lainnya yang tercatat mengalami penurunan adalah telur ayam dan bawang merah. Rata-rata harga Masing-masing komoditas mengalami penurunan harga sebesar Rp 606 dan Rp 668 per kg dibandingkan dengan hari sebelumnya.

"Penurunan harga telur ayam dan bawang merah dikarenakan stok komoditi yang banyak di pasaran," tutur Barita.

Sementara, dari 15 komoditas kebutuhan pokok yang didata Disperindag Sumit,terdapat lima komoditas yang mengalami kenaikan harga per hari ini, yaitu cabai merah, tepung terigu, beras kuku balam, beras jongkrong Ir64, dan cabai rawit hijau.

Kenaikan harga tertinggi terjadi pada komoditas cabai merah. Dibandingkan dengan hari sebelumnya pada Selasa (15/6/2021), harga cabai merah naik sebesar Rp429 atau naik 2,4 persen.

Barita mengklaim kenailan harga cabai merah ini masih dalam kondisi stabil. Stok cabai merah di Sumut pun dipastikan aman dan mencukupi. (cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved