Breaking News:

Harga Sawit di Sumut Terpuruk di Posisi Rp2.158, GAPKI Sumut : Kita Lagi Tunggu Revisi

Walaupun harga sawit terjun bebas dibanding bulan lalu yang masih di harga Rp2.552 per kg, namun tak memiliki pengaruh kepada volume ekspor.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Ayu Prasandi
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Foto ilustrasi panen kelapa sawit. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di Sumut terus terperosok selama tiga pekan berturut-turut yang kini berada di harga Rp2.158 per kg berdasarkan rilis harga dari Dinas Perkebunan Sumatera Utara, Rabu (16/6/2021).

Saat dikonfirmasi kepada Sekretaris Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Sumut, Timbas Prasad Ginting 

"Turunnya harga ini ya karena harga perdagangan di luar negeri lagi turun, jadi berpengaruh ke harga di dalam negeri," ungkap Timbas, Rabu (16/6/2021).

Dikatakan Timbas, walaupun harga sawit terjun bebas dibanding bulan lalu yang masih di harga Rp2.552 per kg, namun tak memiliki pengaruh kepada volume ekspor.

"Permintaan untuk sawit ini stabil dan tetap meningkat karena tetap banyak peminatnya," ujarnya.

Baca juga: BERITA KPK HARI INI Mahasiswa Aliansi BEM Demo Minta Firli Bahuri Mundur dari Ketua KPK

Dikatakan Timbas, walaupun harga terus mengalami penurunan, para pengusaha di Sumut harga akan kembali meroket.

"Kita lihat lah dalam seminggu ini. Mungkin ini akan naik lagi lah, karena ada usulan untuk revisi pungutan ekspor, kita sedang menunggu itu. Kita lihat lagi lah ini. Tapi kita optimis harga ini nanti akan kembali naik," tuturnya.

Sementara itu, Dinas Perkebunan Sumatra Utara juga menetapkan harga crude palm oil (CPO) pekan ini dibandrol senilai Rp9.529 per kg dan harga kernel lokal senilai Rp6.011 per kg.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved