Breaking News:

Polisi Militer TNI AL Tanjungbalai Asahan-Warga Bersitegang, Komandan Sebut Mereka Dihubungi Pospera

Dalam unggahan yang dibuat akun bernama M Wahyudi, personel Lanal TBA bersitegang dengan salah satu kelompok tani di Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten

Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/ALIF AL QADRI HARAHAP
Danden Pom Lanal Tanjungbalai Asahan, Lettu Laut (PM) Zailani mengklarifikasi video viral anggota Lanal TBA dituding intimidasi kelompok tani, Rabu(16/6/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Beredar video terkait dengan adanya video yang beredar di media sosial terkait dugaan intimidasi yang dilakukan oleh anggota Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjungbalai Asahan (Lanal TBA) di Kecamatan Sungai Kepayang, Kabupaten Asahan, Selasa(16/6/2021). 

Dalam unggahan yang dibuat akun bernama M Wahyudi, personel Lanal TBA bersitegang dengan salah satu kelompok tani di Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan. 

Terlihat beberapa orang TNI AL adu mulut dengan beberapa orang pria.

Komandan Detasemen Polisi Militer Lanal TBA, Lettu Laut (PM) Zailani mengaku kehadiran bawahannya atas permintaan dari masyarakat yang mengaku tanah yang ditanami oleh masyarakat di garap salah satu kelompok tani. 

"Kami disana atas permintaan dari masyarakat yang mengatasnamakan Pospera. Pasalnya, kami di tugaskan juga dalam menjaga kestabilan maritim. Jadi maritim itu bukan hanya di laut saja," kata Danden Pom Lanal TBA, Rabu(16/6/2021). 

Lanjutnya, dalam hal tersebut yang menjadi konflik adalah terkait dengan lahan pertanian, yang mana menjadi salah satu program pemerintah pusat. 

"TNI juga ditugaskan sebagai menjaga kestabilan pangan di masing-masing daerah. Sehingga kami juga dituntut untuk menjadi penengah setiap adanya permasalahan terkait hal tersebut," ujarnya. 

Namun, sesampainya di lokasi, mobil personil Lanal TBA diadang oleh beberapa orang yang mengatasnamakan kelompok tani mandiri. 

"Kami diminta surat perintah. Kami tunjukan. Kemudian setelah itu kami tetap diadang tidak diizinkan masuk," jelasnya. Katanya, akibat tidak kooperatifnya para oknum tersebut, akhirnya personel Lanal TBA memeriksa seorang pria, dan ditemukan satu buah bilah pisau di pinggang. 

"Saya rangkul, dan saya raba di pinggangnya terdapat sebilah belati. Saya perintahkan kepada anggota untuk memeriksa seluruh pos dan masing-orang," katanya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved