Breaking News:

Sungai Silau Tua Meluap, Sebanyak 5 Desa di 2 Kecamatan di Asahan Kebanjiran

Banjir yang melanda tiga desa di Kecamatan Tinggi Raja, Rabu (16/6/2021) ternyata banjir kiriman dari Kecamatan Setia Janji, Kabupaten Asahan.

Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN / ALIF ALQADRI HARAHAP
Anak-anak bermain air banjir menggunakan ban karet untuk mengikuti arus banjir / Rumah warga tergenang banjir sepinggang orang dewasa, Rabu(16/6/2021). (TRIBUN MEDAN / ALIF ALQADRI HARAHAP ) 

TRIBUN-MEDAN.com, ASAHAN - Banjir yang melanda tiga desa di Kecamatan Tinggi Raja, Rabu (16/6/2021) ternyata banjir kiriman dari Kecamatan Setia Janji, Kabupaten Asahan.

Sekretaris BPBD Kabupaten Asahan Khaidir Sinaga mengatakan, air yang merendam Desa Piasa Ulu, Tinggi Raja, dan Terusan Tengah merupakan pergeseran air dari Sungai Silau Tua yang sebelumnya sudah menggenangi dua desa di Kecamatan Setia Janji. 

"Laporan saat ini ada lima desa di Kecamatan Setia Janji, dan Tinggi Raja, dengan ketinggian paling rendah 40 cm dan paling tinggi mencapai 120 Cm, dan hitungan sementara ada 80 rumah yang terendam," jelas Khaidir.

Menurutya, hasil laporan BMKG menunjukkan wilayah Sumut dilanda cuaca ekstrim curah hujan tinggi. Tebalnya sedimentasi membuat sungai tidak mampu menampung volume air. Ditambah lagi wilayah resapan dan tangkapan air sangat minim, sehingga banjir tidak terelakkan. 

"Untuk saat ini kondisi sudah mulai membaik, dengan normalnya keadaan alam dengan normalnya keadaan sungai," kata Khaidir. 

Saat ditanyakan terkait penanggulangan banjir, ia mengaku sebelumnya telah dilakukan pengajuan normalisasi sungai dengan cara pengerukan dan membangun tanggul pada tahun 209 silam. 

"Namun, karena pandemi covid-19, terjadi refocussing anggaran jadi penanggulangan tersebut tidak jadi dilakukan," ujar Khairdir. 

Katanya, selain pembangunan tanggul dan normalisasi, penanganan bencana juga bisa dilakukan karena kesadaran masyarakatnya itu sendiri terhadap sampah. 

"Upaya jangka pendek adalah normalisasi sungai dan pembangunan tanggul. Sedangkan upaya jangka panjang adalah kesadaran masyarakat untuk merawat alam dengan tidak mengalih fungsikan daerah pinggiran sungai dan daerah resapan air," pungkas Khaidir. (cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved