Breaking News:

Hinca Panjaitan Minta Kapolri ke Siantar dan Tanjungbalai Lihat Peredaran Narkoba

"Di Kota Pematangsiantar dari gang ke gang terbuka (peredaran) narkoba itu. Polisi lalu bilang, masyarakat enggak mengadukan," kata Hinca.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Liston Damanik
Ist
Tangkapan layar saat Hinca Pandjaitan Anggota Komisi III DPR RI dari Partai Demokrat, menyampaikan aspirasinya ke Polri, Rabu (16/6/21). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Dalam rapat Komisi III DPR-RI dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajaran, Hinca Pandjaitan menyinggung peredaran narkoba di Sumatera Utara, termasuk Kota Pematangsiantar. Politisi Partai Demokrat itu menyebutkan dalam beberapa perkara narkoba, ada oknum aparat sendiri yang terlibat di dalamnya.

Rapat kerja (raker) dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Rabu (16/6/21) sore kemarin disiarkan langsung melalui kanal YouTube TV Parlemen. 

Di dalam rapat, Hinca mengingatkan Kapolri soal pembentukan Kampung Tangguh Narkoba, yang dinilai sebagai benteng pertahanan untuk menjaga masyarakat dari bahaya narkoba. Hinca pun mencontohkan kasus narkoba di Kota Pematangsiantar.

"Saya kasih contoh Kota Siantar. Di Kota Pematangsiantar dari gang ke gang terbuka (peredaran) narkoba itu. Polisi lalu bilang, masyarakat enggak mengadukan. Saya mau balik bertanya. Kalau disitu masyarakat mengatakan ada, polisinya diam saja. Berarti ada pembiaran," kata Hinca dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi III DPR di Kompleks Parlemen.

Selain menyebut Kota Pematangsiantar, Hinca Pandjaitan juga menyebut kota-kota lainnya seperti, Kota Binjai, Tanjungbalai. Lebih jauh disampaikannya, agar Listyo Sigit mengubah Kampung Tangguh Narkoba menjadi Kota Tangguh Narkoba.

"Saya mohon, Pak Kapolri. Saya minta Pak Kapolri masuk ke sini. Langsung saja," pungkas Hinca.

Terpisah saat dihubungi, Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar pun merespons perkataan Hinca Panjaitan di depan Kapolri soal maraknya narkoba di Pematangsiantar. Lanjut Kapolres kembali, hal tersebut akan menjadi motivasi kepolisian untuk lebih keras lagi bekerja guna mengungkap peredaran narkoba di Kota Pematangsiantar.

"Itu menjadi motivasi kita untuk Polres Pematangsiantar bekerja lebih baik, lebih keras untuk mengungkap kasus narkoba," ujar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar.

Lanjut Kapolres kembali, dalam bulan ini pihaknya sudah menangani 26 kasus dan telah melakukan penangkapan terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba dari bulan Mei hingga Juni saat ini.

"Yah, penangkapan kita sebulan ini ada 26 kasus penangkapan dari Mei ke Juni ini. Narkoba bukan hanya musuh dan tanggungjawab Polri, tapi juga musuh kita bersama semua elemen masyarakat," pungkas Kapolres. (alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved