Breaking News:

Kepsek SMA di Kisaran Mengadu ke DPRD Soal Nasib Puluhan Guru, Pengurus Yayasan Tetep Bersikeras

Azwar, kepala sekolah di Kabupaten Asahan memperjuangkan hak tunjangan hari raya (THR) guru-guru di sekolah ia pimpin dan mengadu ke DPRD,

Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/ALIF AL QADRI HARAHAP
Azwar (berkemeja biru lengan panjang), Kepala sekolah SMA Yayasan Perguruan Diponegoro Kisaran mengadu ke Komisi D DPRD Asahan, Kamis (17/6/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Azwar, Kepala sekolah SMA Yayasan Perguruan Diponegoro, Kisaran, memperjuangkan hak tunjangan hari raya (THR) guru-guru di sekolah ia pimpin dan mengadu ke DPRD,

Azwar mengaku ada puluhan guru yang mengajar di sana masih menggantungkan nasib kepada dirinya. 

"Ada puluhan guru yang mengajar di sana mulai dari TK hingga SMA kondisinya sama. Mau sampai kapan nasib guru- guru disana seperti ini? Bertahun tahun tidak ada kompensasi tunjangan hari raya keagamaan di sekolah itu. Pernah ada tiga tahun lalu. Tapi tak berupa uang. Itu sirup dua botol sama roti kaleng," kata Azwar, Kamis(17/6/2021). 

Katanya, sebelum Lebaran, ia sudah sempat menyurati Kepala Yayasan, namun tidak direspon. Akhirnya ia kembali menyurati Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Asahan dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). 

Menurutnya, aksinya tersebut sempat mendapatkan perlawanan dari pihak yayasan yang sengaja meminta para guru sama sekali tidak keberatan bila selama ini tidak mendapatkan THR dari sekolah. 

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Asahan, Ilham Sarjana, akhirnya menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dihadiri oleh Sekretaris Yayasan, Sutardin. 

Dalam rapat tersebut, Sutardin bersikukuh tidak akan memberikan THR kepada para guru. 

"Memang Yayasan tidak ada istilah THR (ke guru). Apalagi sekarang kondisi yayasan sudah tidak makmur," kata Sutardin.

Pejabat Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan, Hermansyah,  mengaku pihaknya sudah beberapa kali berupaya menyelesaikan persoalan tersebut dengan jalan kekeluargaan.

"Kami sudah datang ke sekolah kita sudah bicara ke Yayasan, tapi belum ada hasil juga," kata Herman.

Ketua Komisi D, DPRD Asahan Ilham Sarjana mengatakan pihaknya berjanji akan menuntaskan persoalan ini hingga THR guru dibayarkan. Menurutnya, THR mutlak harus diberikan oleh pemberi kerja dan hal tersebut diatur oleh undang-undang.

"Komisi D hari Senin nanti akan datang ke sekolah. Yayasan hadir, bertemu dengan guru-guru disana. Dipanggil semua pihak, termasuk Disnaker.  Masalah ini kita selesaikan guru mendapatkan apa yang menjadi haknya," ujarnya. (cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved