Breaking News:

Wisatawan Dipungli di Karo

PUNGLI di Sidebuk Debuk kian Masif, Pengunjung: Belum Sampai Tempat Pemandian Udah Habis Rp 120 Ribu

Kian hari makin meresahkan, itulah hal yang dirasakan pengunjung wisata di pemandian air panas Sidebuk-debuk, Kabupaten Karo.

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribun-medan.com/ Anil Rasyid
Sejumlah orang meminta uang masuk kepada wisatawan yang hendak menuju ke pemandian air panas Sidebuk-debuk, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (16/6/2021) malam. (Tribun-medan.com/ Anil Rasyid) 

Laporan wartawan Tribun Medan / Muhammad Anil Rasyid

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Kian hari makin meresahkan, itulah hal yang dirasakan pengunjung wisata di pemandian air panas Sidebuk-debuk, Kabupaten Karo.

Pada, Rabu (16/6/2021) sekitar pukul 22.00 WIB, pengunjung yang akan masuk ke objek wisata pemandian air panas yang tersohor di Kabupaten Karo, mendapatkan perlakukan yang tidak mengenakan dari sejumlah oknum yang melakukan pengutipan.

Seorang di antara pengunjung bernama Annisa warga Kota Medan, merasa sangat rugikan atas tindakan sejumlah oknum yang meminta uang berkali-kali saat memasuki kawasan wisata pemandian air panas Sidebuk-debuk.

"Bang dua kali loh di mintanya, okelah kalau misalnya sekali. Kami berjumlah 13 orang untuk masuk ke pemandian air panas ini. Pengutipan yang pertama, kami kena Rp 70 ribu mengatasnamakan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tunas Baru," ujar Annisa, Kamis (17/6/2021).

Lanjut Annisa, sedangkan pada pengutipan kedua, terdapat sejumlah oknum yang kembali memberhentikan kendaraannya dengan meminta bayaran sebesar Rp 50 ribu.

Pengutipan kedua ini mengatasnamakan, tanda masuk kawasan Desa Wisata Semangat Gunung.

"Belum sampai ke pemandiannya aja udah habis Rp 120 ribu kami bang. Nanti sudah sampai di lokasi bayar tiket masuk lagi. Kalau seperti ini bisa-bisa enggak mau orang kesini lagi," ujar Annisa dengan nada kesal.

Sementara itu diberitakan sebelumnya, saat ditanya perihal aktivitas pengutipan yang semakin meresahkan ini, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo mengungkapkan jika pihaknya akan berkoordinasi dengan tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Karo.

Dirinya mengatakan, jika melihat adanya aktivitas ilegal ini tentunya tindakan yang dilakukan menjadi kewenangan dari tim Saber Pungli. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved