Breaking News:

Anggota DPRD Sumut Datangi MTs Negeri Binjai Tanya Soal Siswa 'Siluman'

Anggota DPRD Sumut Hendro Santoso datang ke Sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs) Negeri, Jalan Pekanbaru, Kota Binjai, Jumat (18/6/2021).

Penulis: Satia | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Anggota DPRD Sumut Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Binjai dan Kabupaten Langkat, Hendro Santoso sidak ke Sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs) Negeri, Jalan Pekanbaru, Kota Binjai, Jumat (18/6/2021). 

TRIBUN MEDAN.com, BINJAI - Anggota DPRD Sumut Hendro Santoso datang ke Sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs) Negeri, Jalan Pekanbaru, Kota Binjai, Jumat (18/6/2021).

Hendro bertemu langsung dengan Kepala Sekolah MTs Negeri, Nikmahtussakdiah di ruang kerjanya, terkait adanya laporan masyarakat terkait belasan siswa "siluman". 

Hendro mengaku dirinya curiga bahwa proses pendaftaran yang dilakukan secara online belum transparan. 

"Tadi kami sidak, untuk komfimasi terkait infomasi dari masyrakat mts binjai. Kami ketemu dengan kepsek. 
Tadi kita sudah bicara, proses PPDB seperti apa. Dari gambaran itu, ada kecurigaan kita terhadap panitia," kata dia.

Ia juga heran, mengapa kepala sekolah tidak ada melakukan pemanggilan atau memeriksa masing-masing panitia pelaksana PPDB tersebut. Karena hal ini, Hendro curiga terhadap Kepala Sekolah Nikmahtussakdiah. 

Menurutnya, dalam keterbukaan informasi publik, Sekolah MTs Negeri harus menyampaikan secara jelas mengenai proses pendaftaran secara online ini. Sebab, ia sendiri tidak dapat memahami bagaimana proses pendaftaran siswa ini dilakukan. 

"Kenapa kepala sekolah tidak memanggil pantia, terkait adanya siswa siluman tersebut. Hari ini masyarakat berhak mendapatkan informasi. Kita lihat dan kita curiga bahwa penerimaan ini tidak transparan," jelasnya. 

Dirinya juga menekankan kepada aparat penegak hukum dapat bertindak dalam hal ini, artinya jangan ada yang mencoba menyalahgunakan kewenangan atau kekuasaan dalam penerimaan tersebut. 

"Jangan sampai ada oknum yang menyalahgunakan wewenang. Basic pendidikan itu sama rata dan adil. Kita lawan praktek yang memakai uang terhadap pendaftaarn ini," ungkapnya. 

Dugaan kecurangan mencuat bermula dari adanya perbedaan nama siswa yang masuk mendaftar dengan daftar kelulusan. Satu di antaranya seperti calon peserta didik baru berinisial BS dengan nomor ujian 42.

Namun saat diumumkan kepanitiaan, yang muncul berinisial MPR pada nomor urut 165 dengan nomor ujian 42 dan memperoleh nilai 80. Jumlah seluruhnya sebanyak 16 siswa diduga "siluman", yang dinyatakan lulus sebagai siswa baru tahun ajaran 2021 di MTSN Binjai. 

Praktik ini diduga berjalan mulus setiap tahunnya pada sekolah keagamaan. Oknum-oknum di sekolah keagamaan yang berbuat demikian disesalkan masyarakat. (wen/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved