Breaking News:

Cicit Sisingamangaraja XII Ini Sudah 5 Hari Jalan Kaki dari Toba Menuju Jakarta demi Tutup TPL

Tepat Kamis 17 Juni 2021 menjadi peringatan 114 tahun wafatnya Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Cicit Sisingamangaraja XII, Togu Simorangkir yang juga aktivis lingkungan melakukan aksi jalan kaki Toba-Jakarta untuk menemui Presiden RI joko Widodo, Senin (14/6/2021). Togu akan meminta Jokowi menutup PT TPL yang dianggap merugikan masyarakat.(TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI) 

TRIBUN-MEDAN.com - Tepat Kamis 17 Juni 2021 menjadi peringatan 114 tahun wafatnya Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII.

Raja Sisingamangaraja XII gugur pada 17 Juni 1907 setelah bertempur melawan penjajah Belanda selama 29 tahun. Pertempuran ini disebut Perang Batak, yang berlangsung pada 1878-1907.

Bertepatan dengan peringatan gugurnya 114 tahun Raja Sisingamangaraja XII, seorang cicitnya yang bernama Togu Simorangkir kini sudah empat hari jalan kaki Toba-Jakarta dalam aksi “Ajak Tutup TPL”. TPL yang dimaksud yakni PT Toba Pulp Lestari, yang dulu dikenal dengan nama Indorayon.

Hari ini, Jumat (18/6/2021) menjadi hari kelima cicit Raja Sisingamangaraja XII itu melakukan aksi jalan kaki Toba-Jakarta.

TUTUP TPL - Togu Simorangkir dan dua rekannya memulai perjalanan menuju Jakarta di Makam Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII, Balige pada Senin (14/6/2021). (Tribun-medan.com/Maurits)
TUTUP TPL - Togu Simorangkir dan dua rekannya memulai perjalanan menuju Jakarta di Makam Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII, Balige pada Senin (14/6/2021). (Tribun-medan.com/Maurits) (Tribun-medan.com/Maurits)

Togu Simorangkir merupakan keturunan dari Raja Sisingamangaraja XII. Putri bungsu Sisingamangaraja XII, bernama Poernama Rea Sinambela, merupakan ompung (nenek) Togu Simorangkir dari garis sang ayah.

Togu Simorangkir merupakan aktivis lingkungan dan pegiat literasi yang mengkritisi keberadaan TPL di Tanah Batak. Ia menilai keberadan TPL telah merusak lingkungan dan kerap menimbulkan konflik sosial di Tanah Batak.

Untuk melawan perusahaan raksasa tersebut, Togu Simorangkir bersama aktivis lainnya, Anita Hutagalung dan Irwandi Sirait, melakukan aksi nekat dengan jalan kaki Toba-Jakarta.

Mereka bertolak dari makam Sisingamangaraja XII di Balige, Kabupaten Toba. Aksi jalan kaki Toba-Jakarta ini untuk menemui langsung Presiden Jokowi dan menyampaikan permintaan agar pemerintah segera menutup TPL di Tanah Batak.

Dikutip dari Facebooknya, Kamis (17/6/2021), ketiga aktivis itu sudah tiba di Padangsidempuan.

“Tim AJAK TUTUP TPL sudah tiba di Padangsidempuan. Semua baik-baik saja. Walaupun tadi melintas lagi dua kali mobil yang double cabin tersebut. Doakan terus ya teman-teman terkasih. Panjang Umur Perjuangan,” tulis Togu di laman Facebook-nya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved