Breaking News:

Orang Tua Melarang Geluti Pencak Silat, Salman Fansuri Saragih Buktikan Dengan Prestasi

Salman mengaku grogi menghadapi laga perdana itu karena lawan yang dihadapi cukup tangguh. Pada pertandingan itu, dia kalah.

Penulis: Muhammad Ardiyansyah | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Salman Fansuri Saragih saat menang di ajang seleksi Pekan Olahraga Pelajar Nasional, Maret lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Muhammad Ardiyansyah

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Salman Fansuri Saragih, atlet asal Kabupaten Batubara, mengenal pencak silat ketika ia hijrah untuk sekolah ke Kota Medan.

Saat itu tahun 2018, ia masih kelas 2 SMP di Pesantren Modern Nurul Hakim, Medan Tembung. Berangkat dari rasa penasaran, ia mulai menjajaki olahraga tersebut.

"Awalnya saya coba-coba. Lama-kelamaan saya semakin tertarik. Akhirnya saya daftar di perguruan Tapak Suci. Sampai sekarang saya masih aktif di perguruan itu," ujarnya, Kamis (17/6/2021).

Orangtua, terutama ibunya, sempat menentang pilihannya berlatih pencak silat. Ibunya takut Salman terluka.

Seiring berjalannya waktu, Salman mulai diizinkan. Ditambah lagi karena ia mulai menunjukkan prestasi yang diraihnya dari Pencak Silat.

Salman menceritakan pengalaman ketika ia pertama kali bertanding. Kompetisi yang ia ikuti saat itu ialah Kejuaraan STOK Bina Guna Medan, tahun 2018. Ia main di kelas 43-47 Kg (B remaja).

Ia mengaku grogi menghadapi laga perdana itu karena lawan yang dihadapi cukup tangguh. Namun, rasa takut itu ia hilangkan dengan sikap tenang saat bertanding.

"Cara saya menghilangkan rasa takut dengan menenangkan pikiran. Di pertandingan itu saya memang kalah. Tapi bagi saya, pertandingan pertama boleh kalah. Tapi pertandingan berikutnya, enggak boleh," katanya.

Berangkat dari kegagalan di awal ini, Salman terus berlatihan. Alhasil pada tahun 2018 juga ia menjuarai berbagai kompetisi seperti, Kejurda se-Tabagsel dan Kejurda Sumut.

Ia juga meraih gelar juara di luar Provinsi Sumatera Utara. Pada ajang Kejuaraan IPSI  Padang Panjang Cup di Sumbar, ia mendapatkan juara ke- 3, tahun 2019.

Pesilat yang masih menjadi siswa kelas 2 SMAN 15 Medan ini, tengah fokus latihan di PPLP, Medan Sunggal, jelang kompetisi yang akan ia ikuti. Ia menjadi atlet binaan Dispora Sumut di PPLP sejak tahun 2019. (cr12/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved