Breaking News:

Berawal Jualan Pintu ke Pintu, Yenni Tarigan Sukses Buka Toko Kosmetik Lewat Dampingan Jamkrindo

Tahun 2021 menjadi tonggak perayaan 51 tahun hadirnya Perusahaan umum Penjamin Perkreditan Indonesia (Perum Jamkrindo) di tengah masyarakat.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/KARTIKA SARI
Yenni Tarigan, pelaku usaha dalam bidang kosmetik yang kini dapat membuka toko di Jalan Kelambir V, Kebun Simpang Pasar I Sekip, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (18/6/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tahun 2021 menjadi tonggak perayaan 51 tahun hadirnya Perusahaan umum Penjamin Perkreditan Indonesia (Perum Jamkrindo) di tengah masyarakat.

Sesuai motto perusahaan yaitu Solusi UMKMK menuju sukses, Jamkrindo terus berkomitmen mendampingi para pelaku UMKM di seluruh daerah untuk meningkatkan perekonomian, diantaranya Yenni Tarigan (36), pemilik usaha Zalfa Cosmetic yang turut merasakan manfaat menjadi mitra Jamkrindo.

Berawal dari menjual produk komestik dari pintu ke pintu, Yenni kini berhasil membuka toko dengan menyewa sebuah ruko di Jalan Kelambir V, Kebun simpang pasar I sekip, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Yenni bercerita bahwa sebelum membuka toko ini, pada awal 2016, ia berjualan produk keliling mulai dari tetangga dari pintu ke pintu dengan membawa tas berisi produk make up ataupun produk perawatan tubuh seadanya.

"Pertama produknya ini masih sedikit karena modal juga terbatas kita jual sama tetangga dari pintu ke pintu dan teman-teman juga. Tapi Alhamdulillah barangnya ini sudah lengkap ya karena kalau ingat dulu itu cuma satu stok per produk," ungkap Yenni, Jumat (18/6/2021).

Tak mudah memang awalnya. Selama dua tahun, Yenni harus menyakinkan para pembelinya bahwa produk yang ia jual bukan produk abal-abal namun dengan harga terjangkau. 

"Keyakinannya karena memang yang kita jual ini yang dicari orang, tidak akan putus atau tak laku karena kosmetik ini sudah kebutuhan masyarakat," ujar Yenni.

Beberapa bulan berjalan, ibarat jodoh tak kemana, Yenni akhirnya mendapatkan pinjaman dan dampingan dari Jamkrindo melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

"Waktu itu nanya persyaratannya dan mengajukan proposal peminjaman dan Alhamdulillah disetujui untuk peminjaman," kata Yenni.

Pada tahun 2016, Yenni mendapat fasilitas pinjaman pertama sebesar Rp10 juta yang ia kelola untuk modal membeli produk agar pemasaran produk dapat lebih meluas. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved