Breaking News:

Program Kemitraan Jamkrindo Antarkan Susu Kambing Etawa Jadi UMKM Naik Kelas

Beberapa UMKM di Sumatera Utara mendapatkan fasilitas pinjaman ini untuk mengembangkan usaha sehingga mampu menjadi UMKM naik kelas.

Penulis: Truly Okto Hasudungan Purba | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/TRULY OKTO HASUDUNGAN PURBA
SUSU KAMBING NAIK KELAS - Seorang anak pemilik peternakan dan penjual susu kambing Etawa “Wawan” memerah susu kambing di lokasi peternakan di kawasan Percut Sei Tuan, kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Minggu (13/6/2021). Peternakan ini merupakan salah satu UMKM yang mendapat pinjaman Program Kemitraan (PK) PT. Jamkrindo sehingga mampu naik kelas dari usaha mikro menjadi usaha kecil. 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) telah berkiprah selama 51 tahun di Indonesia.

Selama kurun waktu tersebut, Jamkrindo tak hanya hadir sebagai BUMN yang menjamin kredit, tetapi lebih dari itu, ikut mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui pinjaman Program Kemitraan (PK).

Beberapa UMKM di Sumatera Utara mendapatkan fasilitas pinjaman ini untuk mengembangkan usaha sehingga mampu menjadi UMKM naik kelas. Satu diantaranya adalah UMKM Susu Kambing Etawa “Wawan”.

*
Matahari mulai turun perlahan di kawasan Jl. Jati Rejo, Desa Sampali, kecamatan Percut Sei Tuan, kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Minggu (13/6/2021). Sisa hujan sehari sebelumnya masih membekas di atas dedaunan beragam pohon yang tertanam kokoh di halaman peternakan dan penjual susu kambing Etawa “Wawan”.

Hari pun masih begitu pagi, belum pukul 07.00 WIB. Tetapi sepagi itu, pemilik peternakan, Pairin (50) sudah begitu sibuk. Mulai dari memerah susu kambing di kandang, menyerahkannya ke pekerjanya untuk disaring di dapur, lalu diberikan kepada pelanggan yang menunggu di pendopo halaman depan.

“Kalau hari libur pembeli susu kambing memang lebih banyak dari biasanya. Pembeli yang datang tidak dari sekitar Desa Sampali saja. Ada yang datang dari perbatasan kabupaten Deliserdang dan kota Medan,” kata Pairin kepada Tribun-Medan.com, Minggu (13/6).

Pairin adalah seorang peternak dan penjual susu kambing Etawa di Desa Sampali, kecamatan Percut Sei Tuan, kabupaten Deliserdang. Dari pusat kota Medan, desa ini dapat ditempuh dengan perjalanan sekitar 60 menit menggunakan kendaraan bermotor roda dua. Di desa ini terdapat belasan peternak kambing Etawa dan penjual susu kambing Etawa.

Kambing Etawa atau yang dikenal dengan Peranakan Etawa (PE) merupakan rumpun kambing lokal Indonesia yang telah dibudidayakan secara turun-temurun. Selain dagingnya, kambing Etawa banyak dimanfaatkan susunya.

Pairin bercerita, dirinya kini memiliki 60 ekor kambing Etawa. Sebanyak 15 ekor diantaranya sedang memproduksi susu, sedangkan sisanya kambing yang baru lahir dan kambing jantan yang dijual untuk kambing aqiqah dan kambing qurban. Dalam sehari, Pairin mampu memanen susu kambing sebanyak 1 hingga 1,5 liter susu per ekor kambing atau total 15 hingga 22 liter per hari. Setiap hari, kambing dapat diperah susunya tiga kali, pagi pukul 07.00 WIB, siang pukul 13.00 WIB, dan sore sekitar pukul 17.00 WIB. Dari satu liter susu kambing menghasilkan lima gelas susu dengan harga Rp 10 ribu per gelas.

“Hasilnya lumayan. Jika panennya lancar 1,5 liter per ekor per hari, saya bisa dapat omset hingga Rp 1,1 juta per hari. Kalau susunya sedang tidak lancar, paling dapat omset setengahnya,” kata Pairin.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved