Yuk Kenalan dengan Komunitas Boba Blader, Bersepatu Roda di Jalanan dan Keliling di Lintasan
Olahraga sepatu roda menjadi satu di antara olahraga yang banyak diminati kalangan muda masyarakat Indonesia saat ini.
Laporan Wartawan Tribun Medan /Edi Sidauruk
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -Mengenal Komunitas Boba Blader Kota Medan dan Kenikmatan Menggunakan Sepatu Roda
Olahraga sepatu roda menjadi satu di antara olahraga yang banyak diminati kalangan muda masyarakat Indonesia saat ini.
Selain membuat tubuh sehat dan bugar, olahraga dengan media roda kecil yang dipadukan di bawah sepatu ini mampu melatih keseimbangan tubuh dengan baik.
Tak kalah dengan kota-kota besar lain di Indonesia, beberapa pemuda Kota Medan juga membentuk komunitas untuk menyatukan orang-orang yang menyukai olahraga yang berasal dari negara Kincir Angin, Belanda tersebut.
Satu di antaranya yaitu komunitas Boba Blader.
Anggota komunitas ini rutin melakukan kegiatan dan mengajak pemuda kota Medan untuk berkecimpung dan berlatih bersama.
Muhammad Rizky, Afif Nabawi dan Mikhael Rizky Purba selaku founder bersama beberapa anggota komunitas mulai berkumpul pada Oktober tahun 2020 yang lalu dan sekarang jumlah anggota komunitas ini sekitar 20 orang.
"Awal mulanya tahun 2020 sekitar bulan Oktober. Ada kerinduan bagi saya untuk berkumpul bersama kawan kawan yang sama-sama suka main sepatu roda ini. Saya melihat banyak yang suka, banyak yang punya tapi tidak tahu komunitasnya dimana," kata Afif di Taman Cadika, Sabtu, (19/6/2021).
Sementara olahraga sepatu roda juga menjadi ajang perlombaan di berbagai pentas olahraga bahkan nasional dan internasional.
Menurut Rizky, komunitas sepatu roda Boba Blader sangat unik karena komunitas ini berfokus pada urban/recreational skating.
"Sekali dalam seminggu, anggota komunitas ini turun ke jalan dan berseluncur mengelilingi kota medan. Setiap orang yang datang tidak dipaksa untuk berkompetisi, tapi untung bersenang-senang dan sehat," katanya.
Mikhael menceritakan kenapa ia menyukai permainan sepatu roda karena mengingatkannya kepada masa kecilnya.
"Kalau saya sebagai nostalgia masa kecil, saya menyukai kegiatan ini namun beberapa tahun sempat di tinggalkan. Satu Lagi, olahraga ini bisa digunakan orang kecil maupun dewasa jadi kita tidak merasa malu dan bisa ketawa-bersama teman teman pas istirahat seperti ini," kata Mikhael.
(cr6/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/komunitas-boba-blader_2.jpg)