Breaking News:

PRODUK UMKM Kian Menjanjikan, Sumut Jajaki Kerjasama Ekspor Produk dengan Belanda

Perkembangan potensi ekspor di Sumut semakin diperhitungkan oleh negara-negara Eropa.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribun-medan.com/Kartika Sari
Pengunjung saat melihat produk UMKM saat acara Pemasaran Produk di Manhattan Times Square beberapa waktu lalu. (Tribun-medan.com/Kartika Sari) 

Produk UMKM Kian Menjanjikan, Sumut Jajaki Kerjasama Ekspor Produk UMKM Dengan Belanda

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Perkembangan potensi ekspor di Sumut semakin diperhitungkan oleh negara-negara Eropa.

Terkait hal ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) bersama Kedutaan Besar (Kedubes) Belanda kembali melakukan diskusi virtual mengenai potensi ekspor produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) ke pasar Uni Eropa melalui Belanda, Minggu (20/6/2021).

Plh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Afifi Lubis mengungkapkan bahwa diskusi tersebut merupakan pertemuan keempat dan diharapkan kerja sama ekspor-impor dapat segera terjalin.

Kepala Bagian Ekonomi Kedubes Belanda di Jakarta Hans de Brabander menuturkan bahwa pihaknya saat ini telah membuka peluang membantu pelaku UMKM di Sumut untuk melakukan ekspor.

Bantuan tersebut berupa edukasi, pelatihan dan pendampingan pemasaran.

"Di antaranya adalah CBI Expert serta lainnya yang nantinya akan membantu UMKM Sumut dapat menembus pasar Eropa melalui Belanda," ungkap Hans.

Sementara itu, Coordinating Export in Indonesia (CBI) Dika Rinakuki menjelaskan bahwa beberapa produk unggulan yang ada di Sumut, telah menembus pasar ekspor di Eropa, di antaranya tenun ulos, kopi dan essential oils.

"Kalau kita memasarkan dalam bentuk kain ulos, maka ini akan sangat sulit, namun bila kita memodivikasi ulos tersebut seperti dekorasi rumah, dan sebagainya ini sangat menjanjikan," ujar Dika.

Saat ini, supplier utama ekspor ke Benua Eropa adalah negara Vietnam, Malaysia, Thailand, Singapura dan yang terkecil adalah Indonesia.

Dikatakan Dika, beberapa potensi produk Indonesia yang dapat menembus pasar Eropa adalah produk baju, buah-buahan, sepatu, perikanan, kayu, kopi. Dari seluruh produk ini, baru 48 persen yang bisa dikelola pelaku UMKM.

Di sisi lain, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatra Utara Soekowardojo menjelaskan bahwa produk UMKM berkontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Sesuai data Kementerian Koperasi dan UKM serta BPS, pada tahun 2018 pangsa UMKM terhadap pembentukan PDB yang mencapai 61,1 persen secara nasional.

Kata Soeko, upaya yang dilakukan Kedubes Belanda untuk mendorong ekspor produk UMKM Sumatera Utara ini sejalan dengan upaya yang dilakukan pemerintah dan Bank Indonesia dalam mendorong UMKM naik kelas.

“Kami bersinergi dalam mendukung akses pembiayaan, program digitalisasi, dan mendorong UMKM untuk akses ke pasar global atau ekspor,” pungkas Soeko.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved