Breaking News:

Anggota DPRD Anwar Sani Tarigan Terima Rp 100 Juta untuk Selesaikan Proyek Cetak Sawah

Anggota DPRD Sumut Anwar Sani Tarigan dilaporkan menerima uang sebesar Rp 100 juta untuk menyelesaikan pekerjaan proyek cetak sawah.

TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI
Ignatius Sinaga selaku bendahara kelompok Tani Maradu saat menjadi saksi pada sidang di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (21/6/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Anggota DPRD Sumut Anwar Sani Tarigan dilaporkan menerima uang sebesar Rp 100 juta untuk menyelesaikan pekerjaan proyek cetak sawah di Desa Simungun, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi.

Kesaksian ini disampaikan Ignatius Sinaga selaku bendahara kelompok Tani Maradu pada sidang di Pengadilan Negeri Medan, Senin (21/6/2021).

Ignatius mengatakan, pada tahun 2011, kelompok taninya dipercaya menangani program perluasan sawah/cetak sawah dari Kementerian Pertanian dan menerima sejumlah uang.

Dikatakannya, karena program tersebut sempat terhenti  karena alat berat rusak. Pejabat Dinas Pertanian Dairi pun memanggil mereka dan menghadap ke Sekda Kabupaten Dairi yang saat itu dijabat oleh Julius Gurning.

Dikatakan Ignatius, Sekda memerintahkan agar program tersebut harus diselesaikan.

Belakangan, kata Ignatius, pengurus Kelompok Tani Maradu dipertemukan dengan Anwar Sani Tarigan yang sepakat untuk menyediakan alat berat untuk mengerjakan kegiatan Percetakan Sawah. 

Selanjutnya, kata Ignatius, mereka diminta Kepala Dinas Pertanian Dairi Ir Herlina Lumbantobing, untuk menyerahkan uang Rp 100 juta kepada terdakwa Anwar Sani untuk menyelesaikan pekerjaan percetakan sawah yang belum selesai.

"Rp 100 juta kepada Anwar Sani. Kami kasih waktu di doorsmeer. Anwar Sani yang langsung menerima. Ada kuitansi," ucapnya.

Kata Ignatius, setelah uang dicairkan, proyek cetak sawah tidak selesai dikerjakan.

"Sebenarnya tidak selesai. Setelah menerima duit, mereka kerja seminggu," beber Ignatius

Usai mendengar keterangan para saksi, majelis hakim menunda sidang pekan depan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) David Pangaribuan menyebutkan dalam dakwaannya bahwa terdakwa Anwar Sani Tarigan, sebagai orang diluar anggota kelompok Tani Maradu bersama-sama dengan Arifuddin Sirait dan Ignatius Sinaga menerima dan menggunakan dana Kelompok Tani.

Ternyata mereka tidak menyelesaikan pekerjaan percetakan sawah baru seluas 100 Ha, dan mengakibatkan kerugian Keuangan Negara sebesar Rp 567.978.000, sebagaimana Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara BPKP Perwakilan Provinsi Sumatera Utara.

Oleh Jaksa,  Terdakwa diancam pidana dalam Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana KorupsiJo Pasal 18 Ayat (1) huruf b, Ayat (2), (3) Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP­. (cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved