Breaking News:

Direktur Benarkan RSJ Prof M Ildrem Layani Rehabilitasi Narkoba, Sebut Identitas Pasien Dirahasiakan

Hal tersebut justru menimbulkan banyak pertanyaan, sebab Yafeti Nazara disebut dipindahkan ke RSJ Prof Ildrem untuk menjalani rehabilitasi.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Ayu Prasandi
Tribun-medan.com/Arjuna Bakkara
Siti Ro Ilan Siregar Wadir Umum Rumah Sakit Jiwa Prof Ildrem, Padang Bulan Medan, dr Lisni Elysah Spkt, selaku Wadir pelayanan bersama dr Ferdinand Leo dr Pisikater saat ditemui di Rumah Sakit Jiwa Prof Ildrem, Padang Bulan Medan, Senin (21/6/2021) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sekretaris Daerah (Sekda) Nias Utara Yafeti Nazara yang tertangkap sedang pesta narkoba bersama sejumlah wanita di salah satu ruang karaoke di Medan pada 13 Juni 2021 lalu.

Akhirnya oleh polisi, Yafeti dipindahkan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr Muhammad Ildrem sejak Sabtu (19/6/2021).

Hal tersebut justru menimbulkan banyak pertanyaan, sebab Yafeti Nazara disebut dipindahkan ke RSJ Prof Ildrem untuk menjalani rehabilitasi ketergantungan narkoba.

Ketika dikonfirmasi kepada Direktur RSJ Prof Ildrem, Ria Telaumbanua terkait tempat rehabilitasi narkoba, dirinya membenarkan bahwa rumah sakit jiwa milik Pemprov Sumut itu memang ada memiliki fasilitas rehabilitasi. 

Namun ia enggan menjelaskan sejak kapan RSJ Prof Ildrem bisa menerima pasien rehabilitasi narkoba.

"Sudah. Sudah. Pada prinsipnya semua pasien-pasien direhab narkoba yang dari BNN kami terima di sini," ucap Ria, Senin (21/6/2021).

Baca juga: Ditangkap Bersama Sekda Nias Utara karena Narkoba, ASN Kesbangpol Ternyata Sudah Masuk Kantor

Ia mengaku bahwa RSJ Prof Ildrem menerima setiap pasien umum yang akan menjalani rehabilitasi dari ketergantungan narkoba, tanpa ada memandang latar belakangnya.

"Semua pasien umum. Kita itu melayani pasien, tidak memandang status. Semua di sini sama hak pasiennya," ujarnya.

Ditanya soal kebenaran Yafeti Nazara memang menjalani rehabilitasi di RSJ tersebut, Ria hanya menyatakan bahwa identitas setiap pasien adalah rahasia.

"Kalau sudah masuk ke tempat kita (RSJ Prof Ildrem) semua hak-hak pasien dijaga. Mohon maaf sekali lagi untuk identitas pasien tidak bisa kita sampaikan.

Semua dianggap pasien. Kita tidak bisa sampaikan siapa saja pasien di sini, itu sudah hak-hak pasien," tegas Ria.

Baca juga: Akibat Covid-19, RPJMD Kabupaten Langkat Harus Kembali Disesuaikan

Terkait masalah pembiayaan dan lamanya setiap pasien menjalani rehabilitasi di RSJ Prof Ildrem, Ria mengaku bervariasi.

"Pembiayaan tergantung jumlah pasiennya. Ada dari BNN, dari umum, sendiri. Lama perawatan tergantung kepada kasusnya," pungkasnya.

(ind/tribun-medan.com)

 
 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved