Breaking News:

Kado Kayu Medan, UMKM Yang Tetap Eksis di Tengah Covid-19, Raih Omset Belasan Juta

Selanjutnya ia menyatakan usaha miliknya mulai berkembang dan diminati masyarakat pada tahun 2020.

Penulis: Yufis Nianis Nduru | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ YUFIS
Pemilik Kado Kayu Medan dengan berbagai hasil karyanya, Jalan  Bajak III No.1, Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Sumatera Utara, Senin (21/6/2021). Tribun Medan/Yufis 

TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN-Kado Kayu Medan sebagai merupakan Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) binaan Kota Medan tetap eksis di tengah Covid-19 bahkan meraih omset hingga belasan juta setiap bulannya. 

Hal ini dituturkan Muhammad Angga Suwandana Owner Kado Kayu Medan saat diwawancarai di tempat tinggalnya sekaligus tempat ia memproduksi produk usahanya, Jalan  Bajak III No.1, Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Sumatera Utara. 

"Alhamdulillah di tengah pandemi ini kita tidak kena dampak karena pasar kita sudah online sehingga tetap jalan bahkan usaha ini dapat dukungan dari dinas pariwisata dengan memberikan biaya free ongkir.

Kita juga tidak ketemu pelanggan meskipun sudah ada bentuk COD, para pelanggan kita juga dapat melihat produk dari market place. Belakangan ini omset sekitar Rp 10 sampai 15 juta per bulan," ujar Angga, Senin (21/6/2021) 

Baca juga: Peringati Hari Skateboard Sedunia, Puluhan Skater Medan Kelilingi Pusat Kota

Dalam hal ini, Angga menuturkan usaha miliknya ini mulai dirintis pada tahun 2017.

"Awalnya dulu saya belajar di Jawa karena kerja dengan kawan buat produk-produk dari kayu seperti gerobak, stainless, both, lemari kayu itu pada pertengahan tahun 2017. Lalu saya balik ke Medan meneruskan pengalaman dari belajar di Surabaya Sidoarjo dan membuka Kado Kayu Medan ini," kata Angga. 

Ia menambakan dalam merintis usahanya ini ada banyak kendala juga yang di alami. 

"Sebenarnya saya awalnya juga tidak terlalu fokus karena saya juga sambil kerja dan buka usaha ini. Dalam merintis ini berat lah sebab banyak kesalahan-kesalahan juga dari tahun 2017-2018. Bahkan ngumpulin customer itu offline dari teman ke teman dan saudara," kata Angga. 

Selanjutnya ia menyatakan usaha miliknya mulai berkembang dan diminati masyarakat pada tahun 2020.

Baca juga: Pasangan Erik Ritonga-Rosa Siregar Menangi Pilkada Labuhanbatu, Unggul 83 Suara dari Pesaingnya

"Mulai terekspos dan banyak peminat ini pada tahun 2020 karena pasar saya dari offline saya tambah ke dunia online yakni marketplace sehingga di pertengahan tahun itu saya bisa kerjakan lima hingga delapan pesanan dan dalam sebulan ada sekitar 100-150 buah terjual," ujar Angga. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved