Breaking News:

NORMALISASI Drainase Gudang Botot Ricuh dan Nyaris Baku Hantam, Ini Foto-fotonya

Sejumlah warga yang mengenakan baju kemeja putih LSM Tamperak mencoba menghalangi petugas yang akan melakukan normalisasi di pintu masuk gudang

Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribun-medan.com/Victory
Kericuhan terjadi saat normalisasi drainase antara warga dengan LSM Tamperak yang membekingi pengusaha gudang botot di Jalan Karya Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat, berlangsung ricuh, Senin (21/6/2021) siang. (Tribun-medan.com/Victory) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Victory Arrival Hutauruk

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kericuhan nyaris baku hantam terjadi saat normalisasi drainase antara warga dengan LSM Tamperak yang membekingi pengusaha gudang botot di Jalan Karya Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat, berlangsung ricuh, Senin (21/6/2021) siang.

Amatan Tribunmedan.com, pemerintah Kecamatan Medan Barat telah mempersiapkan alat berat, petugas PU, Satpol-PP hingga warga setempat untuk melaksanakan normalisasi drainase tepat di Jalan Karya.

Kericuhan terjadi saat normalisasi drainase antara warga dengan LSM Tamperak yang membekingi pengusaha gudang botot di Jalan Karya Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat, berlangsung ricuh, Senin (21/6/2021) siang. (Tribun-medan.com/Victory)
Kericuhan terjadi saat normalisasi drainase antara warga dengan LSM Tamperak yang membekingi pengusaha gudang botot di Jalan Karya Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat, berlangsung ricuh, Senin (21/6/2021) siang. (Tribun-medan.com/Victory) (Tribun-medan.com/Victory)

Terlihat trotoar jalan di gudang botot tersebut telah menutupi jalan dan menyumbat drainase yang ada di jalan tersebut.

Namun, sejumlah warga yang mengenakan baju kemeja putih LSM Tamperak mencoba menghalangi petugas yang akan melakukan normalisasi di pintu masuk gudang botot tersebut.

Kericuhan terjadi saat normalisasi drainase antara warga dengan LSM Tamperak yang membekingi pengusaha gudang botot di Jalan Karya Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat, berlangsung ricuh, Senin (21/6/2021) siang. (Tribun-medan.com/Victory)
Ker
Kericuhan terjadi saat normalisasi drainase antara warga dengan LSM Tamperak yang membekingi pengusaha gudang botot di Jalan Karya Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat, berlangsung ricuh, Senin (21/6/2021) siang. (Tribun-medan.com/Victory)
Kericuhan terjadi saat normalisasi drainase antara warga dengan LSM Tamperak yang membekingi pengusaha gudang botot di Jalan Karya Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat, berlangsung ricuh, Senin (21/6/2021) siang. (Tribun-medan.com/Victory) (Tribun-medan.com/Victory)
han terjadi saat normalisasi drainase antara warga dengan LSM Tamperak yang membekingi pengusaha gudang botot di Jalan Karya Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat, berlangsung ricuh, Senin (21/6/2021) siang. (Tribun-medan.com/Victory) (Tribun-medan.com/Victory)

Akhirnya warga yang ikut dalam penertiban tersebut tidak terima dengan penghalangan para anggota LSM tersebut.

"Tidak bisa ini anggota saya," teriak seorang anggota LSM berbadan gempal.

Langsung saja seorang warga yang tak terima, langsung berteriak di hadapan wajah pria tersebut bahwa gudang botot tersebut.

"Bapak siapa?, kami rakyat sini, selama ini kami diam. Abang wartawan biar tahu ya ini sudah tahunan mereka baru 1 bulan ini menyuarakan ke dalam. Berpuluh-puluh tahun mereka disini bongkar muat, saya rakyat sini, saya masyarakat disini, saya tinggal disini masa saya tidak tahu, kami merasa terganggu selama ini. Kita udah tahunan kontrol disini, saya rakyat merasa terganggu. Yang tadinya ada lampu merah disana kenapa tidak ada," teriak salah seorang warga bernama Fredi.

Hal tersebut membuat suasana semakin panas, kedua belah pihak sudah saling menunjuk satu sama lain hingga nyaris terjadi baku hantam. Hingga akhirnya Camat Medan Barat Rudi F Lubis langsung melerai kedua belah pihak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved