Breaking News:

Penyaluran Kredit

Tiga Lembaga Ini Paling Besar Salurkan Kredit, Bulan Ini Capai Rp 22,5 Miliar

Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Utara mencatat jumlah penyaluran kredit di bulan Mei 2021 tembus Rp 22,5 miliar

Penulis: Yufis Nianis Nduru | Editor: Array A Argus
tri bun pekanbaru
Relaksasi Kredit Dampak Wabah Corona 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN-Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Utara mencatat jumlah penyaluran kredit di bulan Mei 2021 tembus Rp 22,5 miliar.

Uang tersebut disalurkan ke 5.954 debitur yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.

Kepala Kanwil l Ditjen Perbendaharaan Sumut Tiarta Sebayang, ada tiga lembaga yang paling besar menyalurkan kredit.

Dia mengatakan, khusus pada bulan Mei 2021, realisasi penyaluran telah meningkat 50% dibandingkan dengan realisasi bulan April 2021. 

Baca juga: Gebrakan Ahok Lagi, Resmi Hapuskan Fasilitas Kartu Kredit Bagi Seluruh Pejabat Pertamina

"Penyalur terbesar adalah Koperasi Mitra Dhuafa dengan porsi 39%, diikuti oleh PT PNM (Persero) dengan porsi 31% dan PT Pegadaian (Persero) dengan porsi 30%," kata Tiarta, Senin (21/6/2021).

Ia menambakan, penyaluran kredit ultra mikro di Provinsi Sumut selalu meningkat pada selama paruh pertama 2021 ini.

"Kecuali pada bulan Februari terdapat sedikit penurunan, diharapkan pada Juni 2021, realisasi penyaluran dapat lebih tinggi lagi,"

"Dengan penyaluran kredit ultra mikro ini, akan membantu para pelaku ultra mikro yang masih belum dibiayai oleh perbankan, lantaran profil risiko yang masih diperdisikan tinggi," ujar Tiarta. 

Baca juga: Jadi Dalang Kredit Macet Rp 31 Milyar Lebih, Kejati Tahan 2 Tersangka Kasus Korupsi Bank Sumut

Selanjutnya, Tiarta mengatakan dengan adanya rencana pembentukan holding ultra mikro oleh pemerintah, akan mengakselerasi pertumbuhan UMKM khususnya ultra mikro sehingga mendorong pembentukan sentra UMKM baru di Sumut. 

"Rencananya, pemerintah akan mengintegrasikan tiga entitas BUMN, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM ke dalam holding ultra mikro," kata Tiarta. 

Dalam hal ini, dia mengungkapkan integrasi ekosistem ultra mikro dari tiga BUMN tersebut saat ini dalam proses persiapan, termasuk Peraturan Pemerintah (PP) yang akan menjadi payung hukum pembentukan holding.

Baca juga: Imbas PPnBM, Penjualan Mobil Naik Signifikan Tapi Kredit Masih Lambat

"Sumut mempunyai potensi UMKM yang besar dan ditunjang dengan tingkat konsumsi rumah tangga yang besar pula. Sayang sekali potensi pasar tersebut dinikmati oleh pelaku usaha besar, bukan oleh UMKM," katanya

Tiarta menambahkan dengan pemberdayaan UMKM akan sangat membantu pemulihan ekonomi nasional sebab UMKM merupakan tulang punggung pemulihan krisis perekonomian, sebagaimana dibuktikan pada krisis ekonomi 1998.(cr20/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved