Breaking News:

Pejabat Pemkab Sergai Heran Mengapa Bupati Digugat Mantan Pendamping Program Keluarga Harapan

Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Sosial Pemkab Sergai Elinda Sitianur menyebut kedatangannya ke persidangan karena memang perkara ini sudah menjadi perhat

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Sidang perdana gugatan terhadap Bupati Sergai Darma Wijaya di PN Sei Rampah, Selasa (22/6/2021). Darma Wijaya digugat oleh Fatmawati, wanita asal Desa Pantai Cermin Kiri.(TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR) 

TRIBUN-MEDAN.com, SEIRAMPAH - Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Sosial Pemkab Sergai, Elinda Sitianur mengaku tidak mengerti mengapa mantan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) menggugat Bupati Serdangbedagai.

Sidang gugatan digelar di Pengadilan Negeri Seirampah, Selasa, (22/6/2021). Adapun yang menjadi penggugatnya adalah Fatmawati sedangkan tergugat I adalah Bupati Sergai Cq Kadis Sosial dan tergugat II dan III adalah pihak Kementerian Sosial. 

Elinda Sitianur menyebut kedatangannya ke persidangan karena memang perkara ini sudah menjadi perhatian Bupati. 

Ia mengaku heran mengapa pihaknya bisa digugat lantaran surat pemberhentian Penggugat bukan pihaknya yang mengeluarkan. Untuk gaji pihak Pemkab sama sekali tidak tahu menahu karena itu dikeluarkan langsung oleh Kementerian Sosial. 

Baca juga: Bupati Sergai Darma Wijaya Digugat Seorang Wanita ke Pengadilan Gegara Masalah Ini

"Yang mengangkat pendamping PKH itu Kementerian. Kita dinas memang harus bekerjasama dengan Pendamping ini. Kalau SPT (surat perintah tugas) kami yang keluarkan sesuai aturan. Kalau dari Pimpinan ini harus diselesaikan," kata Elinda usai mengikuti sidang perdana mewakili Bupati Sergai sebagai tergugat I. 

Mantan Sekcam Teluk Mengkudu ini tidak menampik bukan hanya Fatmawati saja yang sebenarnya telah dipecat. Disebut ada 7 orang lain yang juga mengalami hal sama. Terkait hal ini ia pun membatah ada merekomendasikan kepada pihak Kementerian untuk memecat delapan orang tersebut. 

"Awalnya pendamping PKH di Sergai ada 84 sekarang tinggal 76 orang. Jadi Kemensos ada datang bulan April lalu dan melakukan evaluasi. Kita memang ada menilai kinerja mereka gimana dan itu kita sampaikan ke sana (Kemensos) tapi nggak ada kita rekomendasikan dia untuk keluar," ucap Elinda. (dra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved