Breaking News:

Jurnalis Binjai Unjuk Rasa di Depan Balai Kota, Tuntut Polisi Tangkap Pelaku Kekerasan

Puluhan jurnalis di Kota Binjai menggelar aksi solidaritas mengecam tindak kekerasan dan pembunuhan terhadap rekan seprofesi yang terjadi akhir pekan.

Penulis: Satia | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/SATIA
Puluhan Jurnalis di Kota Binjai menggelar aksi solidaritas di depan Kantor Balai Kota Binjai, Jalan Sudirman, Rabu (23/6/2021). Mereka mengecam tindak kekerasan dan pembunuhan terhadap beberapa jurnalis di Sumatera Utara yang meningkat pesat selama sepekan terakhir. 

TRIBUN MEDAN.com, BINJAI - Puluhan jurnalis di Kota Binjai menggelar aksi solidaritas mengecam tindak kekerasan dan pembunuhan terhadap rekan seprofesi yang terjadi beberapa hari lalu. 

Aksi solidaritas ini dilakukan, di depan Kantor Balai Kota Binjai, Jalan Sudirman, Rabu (23/6/2021). 

Aksi solidaritas diakukan dengan berorasi, sembari membentangkan poster bertuliskan kata-kata kecaman, kepada para pelaku kekerasan terhadap jurnalis. 

"Hentikan aksi premanisme dan tindak kekerasan terhadap wartawan. Tangkap segera pelakunya," kata dia Koordinator Aksi, Syahzara Sopian, disambut seruan "tangkap" oleh wartawan lainnya.

Di sisi lain, dia juga meminta Polri segera mengusut tuntas sejumlah kasus kekerasan terhadap awak media.

"Kami tidak terima jika ada wartawan yang mengalami tindak kekerasan, apalagi sampai meninggal dunia. Ingat wahai pelaku, satu saja wartawan anda lukai, maka seribu wartawan akan bereaksi," jelasnya. 

Peserta aksi lainnya, Muslim Ginting mengatakan, tindak kekerasan terhadap wartawan tidak seharusnya terjadi jika memahami Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Sebab dalam regulasi tersebut jelas diatur tentang tugas, hak, dan kewajiban seorang jurnalis selaku pekerja pers yang memang telah dijamin dan dilindungi oleh negara.

"Hari ini kami menggugah hati rekan-rekan wartawan di seluruh daerah untuk bersatu melawan pelaku kekerasan terhadap wartawan. Kami juga mendukung Polri menuntaskan sejumlah kasus kekerasan yang dialami wartawan," ujar MuslIm Ginting.

Di sela-sela orasi, para awak media kemudian meletakan spanduk berisi kata-kata kecaman dan melemparkan kartu persnya di jalan, sebagai bentuk protes dan matinya kebebasan pers.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved