Breaking News:

Penguasa Baru Israel Naftali Bennett Sudah Siapkan Pasukan untuk Gempur Negara Ini

Israel telah memulai pemerintahan barunya yang dipimpin Perdana Menteri Naftali Bennet, seorang nasionalis sayap kanan Yahudi.

Editor: Abdi Tumanggor
THOMAS COEX / AFP
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett 

TRIBUN-MEDAN.COM - Israel telah memulai pemerintahan barunya yang dipimpin Perdana Menteri Naftali Bennet, seorang nasionalis sayap kanan Yahudi.

Pemerintahan baru Israel ini resmi dilantik pada Minggu (13/6/2021) dan mengakhiri masa pemerintahan Benjamin Netanyahu yang telah berlangsung 12 tahun berturut-turut.

Meski hadir menggantikan Benjamin Netanyahu, sebenarnya dari sisi ideologi keduanya tidak ada perbedaan.

Tak ayal hal itu menjadi sorotan para ahli, dan baru-baru ini Naftali Bennet telah mendapat kecaman dari ootoritas Palestina.

Bennett telah berulang kali menentang pembentukan negara Palestina di wilayah-wilayah pendudukan.

Sebaliknya, ia mengusulkan Israel secara sepihak mencaplok sekitar 60 persen dari Tepi Barat Palestina, yang berada di bawah kendali penuh Israel di bawah Kesepakatan Oslo.

Pada 2013 dia menyatakan, "Saya mendukung penerapan kedaulatan Israel atas zona di mana 400.000 (pemukim) tinggal dan hanya 70.000 orang Arab."

Bukan hanya Palestina saja yang menjadi incaran Naftali Bennet.

Pemerintahan baru Israel kini dikabarkan sedang mencari cara untuk memulai kembali rencana menyerang situs nuklir Iran hanya kurang dari dua minggu Naftali Bennet dilantik.

Baca juga: Bentrok Antara Aparat Israel dengan Warga Palestina Kembali Terjadi di Yerusalem Timur

Baca juga: Israel Tak Punya Pilihan Lain Selain Gempur Iran

Melansir Express.co.uk (21/6/2021), Bennett menggunakan rapat kabinet pertamanya di Yerusalem untuk mencap Presiden baru Iran sebagai "pembunuh massal".

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved