Breaking News:

Diancam Penjara Seumur Hidup, Empat Tersangka Pembunuh Guru SD di Toba Ditangkap

Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya mengatakan, keempat tersangka disangkakan beberapa pasal.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
TERSANGKA LS saat digiring oleh petugas di Kantor Polres Toba pada Rabu (23/6/2021). LS ikut mengantarkan tiga tersangka lainnya pada malam pembunuhan guru Lisbeth Marthalena boru Butarbutar. 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE – Empat tersangka pembunuhh guru SD di Toba sudah ditangkap. Penangkapan tersangka Rikki Tambunan (24) dan DN (16) dilakukan Rabu (26/5.2021) di sebuah kost di kawasan Jalan Menteng, Amplas Medan.

Sementara otak pembunuhan, tersangka JH (16) ditangkap pada Kamis (17/6/2021) di Kota Bukit Tinggi. Dan tersangka LS (15) ditangkap pada Rabu (23/6/2021) di kawasan Porsea.

Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya mengatakan, keempat tersangka disangkakan beberapa pasal. Yakni tindak pidana 'kejahatan terhadap jiwa orang' sebagaimana dimaksud dalam Pasal 339 KUH Pidana subs Pasal 354 KUH Pidana atau Pasal 365 ayat 4 KUH Pidana jo Pasal 53 KUH Pidana jo Pasal 55, 56 KUH Pidana jo Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012  Tentang Sistem Peradilan Anak.

"Ancaman hukuman penjara seumur hidup atau ancaman hukuman 20 tahun penjara," kata Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya, Rabu (23/6/2021).

Setelah menangkap keempat tersangka tersebut, pihak kepolisian menyita sejumlah barang bukti dari tangan lara tersangka. Diantaranya, sehelai celana dalam terdapat bercak darah, sehelai baju lengan pendek terdapat bercak darah, sepotong celana terdapat bercak darah, sepasang sandal terdapat bercak darah. Kemudian sehelai kain putih terdapat bercak darah, sebuah jaket berwarna hitam, bungkusan rokok, sepeda motor tanpa nopol ya g sudah diserahkan ke JPU, sebilah pisau, dan sebuah sepeda motor dengan nopol BB 2630 E.

Baca juga: Satu Lagi Pembunuh Guru SD di Toba Ditangkap, Umbar Senyum saat Digiring Polisi

Sejak pemeriksaan awal hingga saat ini, motif pembunuhan guru SD di Toba Marta boru Butarbutar adalah pencurian.  "Motifnya, para tersangka ingin mencuri namun diketahui oleh korban sehingga korban dibunuh," terangnya.

Kasat Reskrim Polres Toba AKP Nelson Sipahutar mengtakan, keempat tersangka menyebut korban dengan sebutan "ancak".  " Di warnet itulah hal tersebut mereka bicarakan. JH mengatakan bahwa ada ancak di dekat rumahnya," kata AKP Nelson Sipahutar.

Setelah itu, keempat tersangka ini langsung bergerak menuju rumah korban. Tersangka LS ikut bersama tersangka JH dan dua rekannya. Artinya, mereka menggunakan dua sepeda motor.

"Pergilah mereka ke rumah korban. Yang bawa JH adalah LS. Tapi LS bilang, ia menunggu saja di SPBU yang ada di Pardinggaran. Sejam kemudian, tersangka DN menjemput LS yang ada di SPBU dan mengatakan bahwa mereka enggak jadi mencuri karena ketahuan korban," sambungnya.

Setelah pembunuhan, keempat tersangka pergi ke kawasan Parmaksian dan menginap di sebuah hotel di Laguboti untuk mengamankan diri. Setelah LS mengetahui cerita pembunuhan yang dilakukan rekannya, JH mengancam LS agar tidak menyampaikannya kepada siapapun. "Dari Laguboti itulah mereka berpencar," pungkasnya.(cr3/tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved