Oknum TNI dan Pemilik Diskotek di Kota Siantar Terlibat Pembunuhan Marsal Harahap

Pelaku penembakan dan pembunuhan Marsal Harahap telah ditangkap Polda Sumut.

Editor: Abdi Tumanggor
HO
kapolda Sumut Irjen RZ Panca Simanjuntak saat memaparkan kasus tembak mati wartawan media online Mara Salem Harahap alias Marsal di Siantar, Kamis (14/6/2021).(HO) 

"Dalam mengungkap kasus ini dibentuk tim gabungan dipimpin Direktur Reserse Kriminal Umum, juga bersama-sama koordinasi dengan TNI, Polda Sumut akan mengusut Tuntas, kami mohon dukungan dan Doanya agar segera terungkap," pungkasnya

Sebelumnya, ratusan wartawan dari Pematangsiantar, Simalungun, dan Toba menggelar aksi demonstrasi menuntut pelaku penembakan yang menewaskan Mara Salem Harahap segera ditangkap. Massa mendesak polisi bergerak cepat mengungkap kasus tersebut secara transparan.

PEMBUNUHAN - Penyidik Ditreskrimum Polda Sumut menyelidiki mobil yang dikendarai korban Mara Salem Harahap di dekat rumahnya di Huta VII, Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun. (Tribun-medan.com/HO)
PEMBUNUHAN - Penyidik Ditreskrimum Polda Sumut menyelidiki mobil yang dikendarai korban Mara Salem Harahap di dekat rumahnya di Huta VII, Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun. (Tribun-medan.com/HO) (Tribun-medan.com/HO)

Kabar Penangkapan Terduga Pelaku Beredar Luas di Media Sosial

Sejak Selasa (22/6/2021) malam, beredar kabar di media sosial Facebook dan WhatsApp grup, kalau terduga pelaku penembak Mara Salim Harahap (Marsal) sudah tertangkap.

Pantauan Tribun-Medan.com, salah satu akun @Tony Damanik turut mengabarkan kabar penangkapan terduga pelaku.

Jika melihat dari beranda akun @Tony Damanik, di setipa unggahannya, sepertinya ia mengenal dekat dengan korban dan juga terduga pelaku.

Akun @Tony Damanik menjelaskan dalam postingannya, sesaat sebelum kejadian, pelaku sempat menyampaikan ancaman kepada korban dan juga kepadanya.

"Tega x kalian bro. Sama kawan ku ini …. Sore jam 6 kau Tel aku dan ijin kau blng mau ambil tindakan kalian bro, Ama kawan ku ini ..jam 12 malam nya ku tanya sama mu, kau lakukan yg kau ucapakan tadi sore dan kau jawab sama ku tdk tau bang dan turut berdukacita kau bilang bro sama ku. Sabtu pagi sdh tak aktif hp mu bro dan akhirnya Selasa sore mau lari kau bro ditangkap. Kejam x perbuatan kalian bro , tdk shrsnya bro ikut dlm perencanaan pembunuhan ini .. terima lah akibat perbuatan mu skrg ya bro… @Mara Salem Harahap Alfatlhah 100x,” tulis akun @@Tony Damanik.

Postingan akun Tony Damanik
Postingan akun Tony Damanik (Facebook Tony Damanik)

Berikut selengkapnya unggahan akun Facebook Tony Damanik yang dikutip Tribun-Medan.com dari laman media sosialnya tentang update kasus ini.

"Alhamdulillah sudah terungkap pembunuh nya , fealing ku benar.. Mati lah kau di siksa. Tidak sia-sia kerja ku dlm brp hari ini terbang sana sini .... Tenang lah kau sahabat kesayanganku @Marsal Harahap New di sisiNya.. janji ku Uda ku tepati sama Boru mu, untuk dapat kan pelaku ..Kita dua nya target mereka ...," tulis akun @Tony Damanik, Selasa (22/6/2021) malam.

"Terlalu banyak x yang mau di interogasi ...Fokus saja dulu ke otak pelaku dan pelakunya. Demi sahabat ku alm @Marsal Harahap New. Bapak2 APH kerja keras untuk mengungkap siapa sbnrnya di balik perencana pembunuhan sahabat ku ini ...Titip 1 peluru ke kaki kiri pelaku ya bapak2 APH .." tulisnya lagi.

"Mau bermain politik... Tumbal dan tambul. Pion tetap pion yg tinggal. Catur mulai main..." tulisnya, Rabu (23/6/2021).

"Karna bodoh nya lah kawan ini, ijin pula sore sama ku, mau melakukan nya..hadeh... Penyesalan nya dtng terlambat.. Ya kan bang @Dwi Sadrajad ... Uda the and Lae hasian @Marsal Harahap New semua nya...Uda ku tepati janji ku sama Boru mu. Alfatihah 100x buat Lae...Al ikhlas 100x Amin ....." tulis Tony Damanik menanggapi postingan akun @Dwi Sadrajad yang mengunggah kalimat: "Akhirnya Terungkap...Bro...Bro.. knp lah dirimu gelap Mata....Jalani lah Sebab Akibat ini semua...The and."

"Persoalan antara suka n tak suka..jgn sampai sesadis n sekeji ini menghilangkan nyawa.. 
Hadeuuhhhhh....Ntah lah bro," lanjut @Dwi Sadrajad menanggapi akun @Tony Damanik.

Kemudia akun @Tony Damanik melanjutkan penjelasannya ke akun @Dwi Sadrajad.

"Dwi Sadrajad mknya kejam x kurasa perbuatan mereka ..aku dan alm targetnya..aku karna tdk posisi di Siantar... Mknya aku aman .. dari pagi kami Uda bcra sama pelaku... Uda ku sarankan, bawa tenang..apa yg tdk bisa di selesaikan .. gitu ku sampaikan kepada kedua belah pihak ....tak tau kejadian malam nya..kan kejam x..." jelas akun @Tony Damanik.

"Salut buat team polres Simalungun .... Sat Reskrim. Otw ke Poldasu...Terima kasih bapak komandan yang sdh menjaga kami dan sdh membantu cpt nya kasus ini di tanganin. Semua sdh dapat....Saya puas saat ini .. Terima kasih banyak bapak komandan ku.... Semoga bapak komandan menjadii. kapolda. kedepannya," lanjut @Tony Damanik.

"Kapan konferensi pers nya bg di Polda?" tanya akun @Andika Armaya Al Feanz.

"@Andika Armaya Al Feanz tanya ke humas Poldasu ya.... Kalau aku untuk itu TDK tau." jawab @Tony Damanik.

"@Rudi Munte Tanya Lae aja sendiri .... Yg pasti nya saat ini kami pihak keluarga.alm ... Uda lega ..... Cukup dulu kami yg keluarga ini yg tau ya... Sabar Lae... Di status ku Lae ..aku TDK ada sebut nama ...Tp nama yg ku ksh ke Lae ..yg mantap itu..." jawab @Tony Damanik menanggapi akun @Rudi Munte.

"Pemberi informasi wajib di jaga oleh negara...Apa lagi informasi yang A1." tulis @Tony Damanik.

"Yg pasti nya aku SDH puas dgn hasil kerja bapak2 itu," lanjutnya.

Tribun-Medan.com sudah mencoba mengonfirmasi ke akun @Tony Damanik melalui kotak pesan tentang postingannya tersebut. Namun, hingga berita ini diunggah belum ada tanggapan.

Terkait kabar penangkapan pelaku yang telah beredar luas di media sosial tersebut, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan bahwa hingga saat ini pihak penyidik masih melakukan penyelidikan.

"Saya belum tahu, masih dalam penyelidikan," ujarnya kepada Tribun-medan.com, Rabu (23/6/2021).

Sementara Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo saat dihubungi nomor teleponnya sudah tidak aktif.

Pembunuhan Marsal Keji dan Tidak Manusiawi, Jurnalis Tuntut Transparansi Kasus

Sejumlah jurnalis dari berbagai media dan organisasi melakukan aksi solidaritas mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas kasus pembunuhan jurnalis Mara Salem Harahap alias Marsal, Senin (21/6/2021) siang.

Aksi berlangsung di beberapa titik di Siantar dan Simalungun.

Marsal sendiri ditemukan meninggal dunia di mobilnya pada Sabtu (19/6/2021) dini hari dengan luka tembak di kaki kiri paha atas (dekat area selangkangan).

Pada aksi kali ini, jurnalis menyampaikan tuntutan secara marathon dengan berjalan dari Lapangan Adam Malik, Balai Kota Pematangsiantar, Polres Pematangsiantar dan terakhir menuju Polres Simalungun.

Perwakilan aksi, Imran Nasution dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan mengatakan, pembunuhan Marsal begitu keji dan tidak manusiawi.

Padahal pers dilindungi dengan jelas sesuai UU No 40 Tahun 1999. "Mengecam aksi pembunuhan terhadap Mara Salem Harahap.

Apapun alasan yang melatarinya, tindakan kekerasan dan aksi main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan karena Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum," ujar Imran.

Imran mengatakan, perlu ada kejelasan kasus kematian Marsal. Termasuk jenis peluru yang dipakai oleh pelaku menembak paha korban hingga mengakibatkan meninggal dunia.

Aksi solidaritas bergerak dengan membentangkan spanduk serta membawa poster berisi seruan pengusutan atas kasus yang menimpa Marsal ke Polres Pematangsiantar. Aksi dilaksanakan dengan pengawalan petugas kepolisian.

Kapolres Pematangsiantar, AKBP Boy Sutan Binanga Siregar yang didampingi para PJU Polres Pematangsiantar yang menerima kedatangan jurnalis menyampaikan dukungan sekaligus desakan kepada kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan Marsal.

Kapolres pun berjanji akan mengawal jurnalis yang merasa terancam keselamatannya dalam peliputannya di wilayah hukum Polres Pematangsiantar. "Kalau ada rekan yang merasa terancam keselamatannya, laporkan. Kami akan mengawalnya," tegas Kapolres di hadapan massa aksi.

Aksi yang sama juga berlangsung di kota Balige, Senin (21/6). Jurnalis mengikatkan kain merah di kepala dan lengan serta dilengkapi dengan seruan untuk mendesak para penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut.

Seluruh peserta aksi berjalan kaki keliling kota Balige dan tiba di Bundaran Kota Balige sembari menyerukan tuntutannya kepada penegak hukum.

"Ini bentuk solidaritas kita terhadap keluarga rekan kita Mara Salem Harahap. Kita ingin mendesak pihak penegak hukum agar segera mengusut tuntas kasus ini," kata Marimbun Marpaung saat berorasi di Bundaran Balige, Senin (21/6).

Di Tubuh Korban Ditemukan Luka Tembak

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, diketahui ada dua luka tembak di tubuh Marsal.

Baca juga: Jurnalis Siantar-Simalungun Tuntut Transparansi Kasus Penembakan Wartawan Mara Salem Harahap

Pertama di bagian paha kanan, dan kedua di bagian perut bawah.

Inilah yang diduga menyebabkan korban meninggal dunia, lantaran   

"Dalan mengungkap kasus ini dibentuk tim gabungan yang dipimpin Direktur Reserse Kriminal Umum,  juga bersama-sama koordinasi dengan TNI," kata Hadi, Senin (21/6/2021) petang.

Hadi mengatakan, Polda Sumut berjanji akan mengusut tuntas kasus kematian Marsal ini.

Begitupun, polisi masih merahasiakan jenis proyektil yang bersarang di tubuh Marsal.

Baca juga: LBH Medan Kecam Pelaku Pembunuhan Wartawan di Simalungun

Dari proyektil ini pula bisa diungkap siapa pelakunya.

Apakah peluru yang diletuskan itu berasal dari senjata yang dipakai aparat, atau justru dari senjata lain yang diduga rakitan.

Sejak Marsal terbunuh pada Sabtu (19/6/2021) malam lalu, berbagai kabar penyebab kematian korban bermunculan.

Ada yang bilang Marsal dibunuh karena masalah pemberitaan, sebagaimana dugaan rekan korban Rencana Siregar. Adapula yang menduga pembunuhan ini karena faktor dendam.

Kakak kandung korban, Hassanudin Harahap mengatakan dirinya tahu sang adik ditembak mati setelah pihak rumah sakit memberi kabar. 

"Sebetulnya saya tahu dari rumah sakit. Ini harus diusut sejelas-jelasnya, baik Polda sampai ke Polsek (Polisi) semuanya," kata Hassanudin.

Dari luka sementara yang terlihat di tubuh korban, Marsal mendapat luka tembak di bagian paha dalam sebelah kanan (dekat area selangkangan).

Jenazahnya terbaring di UGD RS Vita Insani Siantar dengan kondisi berlumuran darah. Setelah menjalani pemeriksaan singkat di RS Vita Insani, jenazah Marsal dibawa ke RS Bhayangkara Medan.

Meniliki dari Jejak digital Marsal diketahui beberapa kali tersandung kasus hukum.

Dia pernah dilaporkan dalam kasus pelanggaran Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Setelah bebas, Marsal kembali terlibat kasus hukum.

Marsal bersama temannya Suwardi alias Apeng memeras pejabat PTPN III Gunung Pamela.

Pada Agustus 2020 silam, Marsal dan Apeng minta duit Rp 30 juta, dengan alasan tidak akan memberitakan kabar buruk PTPN III.

Saat menerima uang hasil perasan itu, Marsal pun ditangkap polisi dan diamankan ke Polres Tebing Tinggi.

Dia kemudian dijatuhi hukuman satu tahun penjara.

Terkait penembakan ini, belum dipastikan apakah ada hubungannya dengan kasus-kasus sebelumnya atau ada kasus baru yang diributi Marsal.

Menurut sejumlah wartawan di Siantar, Marsal sering memposting sesuatu di akun Facebooknya.

Kasus ini pun menjadi perbincangan hangat di kalangan jurnalis.

Di satu sisi Marsal mengaku sebagai wartawan dan memiliki media online.

Di sisi lain, almarhum Marsal kerap mencoreng citra jurnalis sebagaimana dalam dakwaan jaksa, lantaran berkali-kali tersandung kasus hukum, khususnya kasus pengancaman dan pemerasan.

Di lain hal, kasus tembak mati terhadap Marsal juga dikecam berbagai pihak, karena dianggap tindak kriminal yang luar biasa, dan upaya perampasan kemerdekaan seseorang.

Massa Desak Polda Sumut Segera Ungkap Kasus Penembakan Marsal Harahap

Sejumlah massa peduli kasus penembakan Marsal Harahap menggelar aksi di Bundaran Jalan Gatot Subroto, Medan, Rabu (23/6/2021).

Darlen Sihite, orator aksi meyampaikan agar Polda Sumut bisa segera mengungkap kasus penembakan wartawan, Marsal Harahap di Pematangsiantar pada Pekan Lalu.

"Kita medesak agar Polda Sumut agar segera mengungkap kasus kematian wartawan di Siantar," ujar Darlen.

Darlen dan rekan-rekannya juga membawa sejumlah spanduk bertuliskan desakan-desakan agar kasus tersebut diungkap. Diantara tulisan tersebut, yakni, "save jurnalis, jurnalis bukan penjahat".

"Kita harus solid, kita harus berani menentang kezoliman,"teriak seseorang peserta aksi.

Termasuk kasus pembakaran rumah terhadap oknum wartawan di Binjai juga merekan surakan.

Mereka kompak menyerukan agar hukum benar-benar berpihak kepada wartawan sesuai UU Pers nomor 40 tahun 1999, sehingga tidak lagi terjadi intimidasi terhadap wartawan.

(vic/alj/cr3/jun/mft/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved