Terungkap Inilah Alasan Australia Mendadak Samakan Indonesia dengan Israel dan India
Pandangan Australia ini tentang hubungan internasional juga telah menunjukkan beberapa perubahan besar, dan yang terbesar adalah terkait dengan AS dan
TRIBUN-MEDAN.com - Tatanan kehidupan dunia kacau balau sejak kemunculan pandemi Covid-19 pada Desember 2019.
Virus yang diketahui muncul sejak kali pertama ditemukan di China, kini telah menyebar di seluruh wilayah di dunia.
Bahkan bumi bak tak lagi punya tempat yang aman untuk sembunyi dari virus ini.
Sejak 2020 virus yang awalnya ditemukan di Wuhan ini telah berubah menjadi penyakit global.
Dalam kurun waktu yang sekira lebih dari 1 tahun, manusia harus pula menyusun ulang cara hidupnya.
Dalam Era 'New Normal' sudah diterapkan oleh seluruh negara.
Baca juga: Terungkap Sosok Sebenarnya Remaja Wanita Sampai Viral Disebut Mirip Nike Ardilla
Baca juga: Biodata Andap Budhi Revianto, Namanya Trending di Twitter Usai Dilantik Yasonna
Baca juga: Ingat Wanita Hamil Tewas & Dikubur di Septic Tank? Keluarga Siti Hamidah Syok saat Tahu Pelakunya
Di mana untuk semua kegiatan masyarakat dibatasi dengan berbagai protokol kesehatan.
Seperti halnya dilarang berkerumun, menjaga jarak, bekerja dari rumah, kudu rajin mencuci tangan, bermasker, dan sebagainya.
Interaksi sosial antar manusia ini tak lagi bisa dilakukan leluasa seperti sedia kala.
Pandemi juga turut mempengaruhi hubungan antar negara-negara di dunia.
Tapi rupanya, Covid-19 bukanlah faktor utama pendorong beberapa perubahan besar dalam pandangan dan perilaku orang di Australia, atau setidaknya hanya terkait secara tangensial.
Melansir abc.net.au (22/6/2021), hal itu Survei Nasional Australia Talks menyebut, dari daftar 20 perubahan terbesar ini dalam opini dan perilaku orang Australia.
Salah satunya menunjukkan bahwa Indonesia kini disejajarkan dengan Israel dan India.
Apa maksudnya?
Turut dilaporkan, pada periode antara 2019 dan 2021 merupakan era pergolakan politik dunia, baik yang terkait maupun tidak terkait dengan pandemi.
Pandangan Australia ini tentang hubungan internasional juga telah menunjukkan beberapa perubahan besar, dan yang terbesar adalah terkait dengan AS dan China.
Kepercayaan oleh warga Australia di Amerika Serikat ini meningkat setelah pemilihan AS pada tahun 2020.
Yaitu pemilihan yang juga menunjukkan kekalahan Donald Trump dari Partai Republik dan digantikan oleh Joe Biden dari Demokrat.
Sementara itu, kepercayaan dari orang-orang Australia pada China pun turut menurun.
Namun, belum jelas persisnya apa yang sampai menyebabkan penurunan tersebut.
Mengingat pula sejumlah cerita negatif yang muncul dari China pada tahun lalu.
Termasuk soal tindakan keras China di Hong Kong, tarif China atas barang-barang Australia, dan tentu saja penemuan COVID-19 di kota Wuhan, China.
Baca juga: Ingat Wanita Hamil Tewas & Dikubur di Septic Tank? Keluarga Siti Hamidah Syok saat Tahu Pelakunya
Baca juga: Kisah Wanita Bajak WhatsApp Pacar Ternyata Sudah Tunangan, Begini Cara Sadap WA Tanpa Ketahuan
Baca juga: Janda Kaya MR Rugi 2 Kali, Punya Pacar Rupanya Polisi Gadungan, Mobilnya Dilarikan Alasan Mau Dinas
Melissa Conley Tyler, seorang peneliti di Institut Asia Universitas Melbourne, mengatakan pula bahwa perubahan sentimen terhadap AS "tidak mengejutkan", karena sangat cenderung mengikuti popularitas presiden AS.
Dia mengatakan cara China dan AS menangani COVID-19 kemungkinan akan mengurangi kepercayaan warga Australia pada keduanya.
Selain terkait kepercayaan dengan dua negara adikuasa tersebut, ada pula peningkatan kepercayaan ditunjukkan pada negara-negara lainnya.
Di antaranya kepercayaan orang-orang Australia terhadap Israel, Indonesia, dan India.
Rupanya, Australia sejajarkan Indonesia dengan kedua negara tersebut dalam hal kepercayaanya.
"Australia sekarang lebih mempercayai Israel, Indonesia, dan India," kata laporan tersebut.
Namun, perlu pula dicatat bahwa survei itu dilakukan pada awal Maret 2021.
Sebelum pecahnya kekerasan terbaru di wilayah Palestina, sehingga hasil itu tidak menangkap potensi perubahan sentimen mengenai Israel sejak saat itu.
Ms Conley Tyler mengatakan, "Senang melihat peningkatan pandangan positif terhadap Indonesia" bahkan jika mereka dari dasar yang rendah untuk memulai.
“Seringkali orang Australia tampak tersesat dalam perubahan waktu di tetangga utara Australia dan ekonominya yang berkembang pesat dan peningkatan bobot di dunia."
"Misalnya, Indonesia telah memimpin untuk menempa tanggapan internasional terhadap kudeta di Myanmar,” ungkapnya tentang Indonesia di mata orang-orang Australia.
Sementara itu, di India, menurutnya sentimen yang turut meningkat mungkin berasal dari peningkatan visibilitas kerja sama Australia dan India, seperti melalui KTT Morrison Modi dan Quad, serta diaspora India-Australia yang berkembang.
Australia untuk diketahui merupakan negara yang belakangan kerap bersitegang dengan China.
Selain itu karena pandemi Covid-19, hal ini juga karena niat dari militer China yang diduga ingin mengambil alih sejumlah wilayah di dunia.
(*/ Tribun-Medan.com)
SUMBER: SOSOK.ID
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/militer-australia.jpg)