News Video
Wali Kota Binjai Tegaskan Kadis PU Koordinasi dengan Pemprov Sumut Perbaiki Jembatan
Wali Kota Binjai, Amir Hamzah tegaskan Kadis PU agar segera melakukan koordinasi dengan Pemprov Sumut terkait perbaikan Jembatan Bandar Senembah.
Penulis: Satia |
Wali Kota Binjai Tegaskan Kadis PU Koordinasi dengan Pemprov Sumut Perbaiki Jembatan
TRIBUN MEDAN.COM, BINJAI - Wali Kota Binjai, Amir Hamzah tegaskan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), agar segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terkait perbaikan Jembatan Bandar Senembah, yang mulai goyang.
Ditakutkannya, jembatan tersebut ambruk saat pengendara melintas, lantaran penahan pada tiap sisinya sudah ambles masuk ke sungai.
"Aku kawatir ini kan musim hujan, saya takutkan itu longsor, dan jembatan ambruk," kata Amir dihadapan Kepala Dinas PU Elvi Kristina, di Kantor Balai Kota, Jalan Sudirman, Kamis (24/6/2021).
Amir kemudian berharap, agar Kepala Dinas PU Elvi Kristina bekerja cepat, jangan hanya berdiam saja. Lantaran, jembatan itu menghubungkan antara dua kecamatan, dan sering dilalui oleh masyarakat.
Untuk saat ini, kata dia petugas Dinas Perhubungan Kota Binjai sudah ditempatkan di sekitar jembatan, agar dapat memantau truk dengan muatan berat tidak melintas.
"Saat ini, kita telah melarang kendaraan bermuatan berat untuk melintasi jembatan tersebut, ditakutkan nanti akan ada terjadi hal lain," ucapnya.
Mantan kepala BKD ini kemudian mengatakan, untuk truk dengan muatan berat kedapatan melintas, tidak ada sanksi. Hanya saja, pihaknya akan memaksa truk tersebut putar arah kembali, dan melintasi jalan lain.
"Untuk sanksi belum, kalau kedapatan, kita larang truk lewat jalan tersebut," jelasnya.
Ia berharap, jembatan yang menghubungkan antara Kecamatan Binjai Barat dan Kecamatan Binjai Kota dapat segera terselesaikan.
Terpisah, Kepala Dinas PU Kota Binjai, Elvi Kristina mengatakan, bahwa perbaikan jembatan tersebut adalah gawean Pemerintah Sumut, dengan menggunakan dana darurat.
Karena menggunakan dana darurat, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemprov Sumut, guna memperbaiki jembatan tersebut.
"Kita sudah mengajukan kepada Pemprov Sumut. Dari mereka bilang itu surat-suratnya beres dalam waktu sebulan, karena menggunakan dana darurat provinsi itu," ucapnya.
Pantauan Tribun-Medan.com, penahan pada jembatan tersebut sudah ambles masuk ke sungai. Menurut keterangan warga sekitar, bahwa jembatan yang dibangun tahun 1991, hingga saat ini belum ada diperbaiki.
Karena takut rumahnya terdampak akibat longsor, ia berharap pemerintah turun langsung untuk memperbaikinya.
(wen/tribun-medan.com)