Breaking News:

Dukung Pengembangan Pariwisata Nasional, Deliserdang Siapkan Destinasi Wisata Unggulan

Pemerintah Kabupaten Deliserdang siap mendukung Kota Medan sebagai Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN).

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD ANIL RASYID
PALOH NAGA – Destinasi Wisata Paloh Naga yang berada di Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kebupaten Deliserdang. Paloh Naga merupakan agrowisata terkenal yang banyak dikunjungi wisatawan khususnya di akhir pekan. 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG – Pemerintah Kabupaten Deliserdang siap mendukung Kota Medan sebagai Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) sesuai dengan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 50 tahun 2011 tentang Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Nasional 2010-2025.

Dukungan tersebut disiapkan Pemkab Deliserdang melalui keberadaan berbagai destinasi wisata baik yang sudah berskala nasional maupun daerah. 

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Kadisporabudpar) Kabupaten Deliserdang, Khairum Rizal mengatakan, berbagai destinasi wisata unggulan yang disiapkan Pemkab Deliserdang sudah memiliki daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan sesuai dengan yang diamanatkan dalam PP Nomor 50. 

Dikatakan Khairum, dalam pasal 11 PP Nomor 50 tersebut, telah ditetapkan 88 Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN). Satu dari 88 KPPN tersebut adalah Medan Kota dan sekitarnya.

“Posisi Deliserdang yang mengelilingi Kota Medan menjadikan Deliserdang memiliki posisi yang strategis dalam pengembangan pariwisata di Sumatera Utara,” kata Khairum kepada Tribun-Medan.com, usai pelaksanaan Webinar Sumatera Travel Destination Summit, Jumat (18/6/2021). 

Agar dukungan ini lebih terencana dan punya dasar yang kuat, Pemkab Deliserdang sedang menyusun Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) tahun 2016-2026.

“RIPPDA ini menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan daerah sektor pariwisata dan dalam penyusunan rencana pengembangan objek wisata secara lebih mendetail di kabupaten Deliserdang. Kami berharap, RIPPDA ini mendapat legislasi dari DPRD Deliserdang,” ujarnya. 

Khairum menjelaskan, berangkat dari RIPPDA tersebut, pihaknya sudah membagi destinasi wisata di Deliserdang menjadi dua kawasan. Yakni kawasan strategi pariwisata kabupaten yang terdiri dari dataran tinggi (kecamatan Sibolangit, Sibiru-biru dan Pancur Batu), dataran rendah (Tanjung Morawa), dan daerah pesisir (kecamatan Percut Sei Tuan, Hamparan Perak dan keamatan Labuhan Deli). 

Kawasan kedua adalah kawasan pengembangan pariwisata kabupaten. Melalui kawasan ini, semua destinasi yang sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan destinasi wisata akan dikembangkan sesuai dengan visi misi Pemkab Deliserdang yakni Deliserdang yang maju dan sejahtera dengan masyarakat yang religius dan rukun dalam kebhinnekaaan.

“Kami berharap, keberadaan Deliserdang yang strategis dan di dalamnya terdapat beragam destinasi wisata mendapat dukungan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif agar semakin berkembang dan menjadi salah satu destinasi pilihan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Jika sektor pariwisata berkembang, maka perekonomian daerah Kabupaten Deliserdang dan daerah satelit lainnya di sekitar Medan yakni Kota Binjai dan Kabupaten Karo bisa bangkit kembali, terutama di masa pandemi Covid-19 ini,” terang Khairum. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved