Breaking News:

Masyarakat Tak Sulit Lagi Mengakses Jasa Keuangan, Ekonomi Langkat Pun Ikut Bangkit

Sebanyak 33 provisi dan 91 kabupaten/kota menjadi nominasi TPKAD Award 2020. Tetapi hanya empat provinsi dan enam kabupaten/kota jadi pemenang.

Penulis: Truly Okto Hasudungan Purba | Editor: Liston Damanik
Tribun Medan/HO
TERIMA PENGHARGAAN - Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin dan jajarannya menerima TPKAD Award secara virtual pada acara Rakornas TPKAD dari Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (10/12/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Pada tahun 2016, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menginisiasi pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Tujuan TPAKD sebagai satu instrumen dalam mengakselerasi perluasan akses keuangan di daerah. Dengan tujuan ini, diharapkan masyarakat Indonesia tidak kesulitan lagi dalam memahami, mengakses, dan menggunakan berbagai layanan jasa keuangan.

Ada beberapa TPAKD  di daerah yang telah sukses membangkitkan perekonomian daerah dalam mendukung pembangunan nasional. Satu diantaranya adalah TPAKD Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Komitmen TPAKD Langkat dalam memberikan manfaat kepada masyarakat dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam mengakses jasa keuangan, berbuah penghargaan TPAKD Award 2020 dari OJK kategori penyediaan akses keuangan terbaik.

Sebelumnya, sebanyak 33 provisi dan 91 kabupaten dan kota menjadi nominasi TPKAD Award 2020. Tetapi hanya empat provinsi dan enam kabupaten dan kota yang menjadi pemenang. Empat provinsi tersebut adalah Sulawasi Selatan, Jawa Tengah, Jambi dan Sumatera Utara. Sedangkan untuk kabupaten dan kota, selain Kabupaten Langkat, ada Kota Malang, Kabupaten Kabumen, Kabupaten Kerinci, Kabupaten Selayar dan Kabupaten Purba Lingga.

Wakil Bupati Langkat, Syah Afandin mengatakan, diraihnya penghargaan TPAKD Award 2020 merupakan kebanggaan sekaligus refleksi bagi pihaknya untuk terus mewujudkan percepatan akses keuangan daerah di Kabupaten Langkat. Dalam empat tahun terakhir, kata Syah, setidaknya sudah ada enam program akses keuangan yang dijalankan TPAKD Langkat.

Dimulai dari pengembangan program Laku Pandai Kabupaten Langkat “One Village One Agent”. Program ini mewujudkan tersedianya akses keuangan hingga ke seluruh kelurahan dan desa di Kabupaten Langkat dan mendukung program nasional pemerintah “Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)”. Kemudian, peningkatan daya saing UMKM Kabupaten Langkat dengan mengoptimalkan perluasan akses kredit dan pembiayaan kepada pelaku UMKM di Langkat, melalui program KUR, Ultra Mikro (UMI) dan dukungan kebijakan pemberdayaan UMKM.

Selanjutnya penguatan swasembada pangan Kabupaten Langkat berupa penguatan sektor  pertanian Langkat melalui program jaminan perlindungan usaha pertanian dari risiko gagal panen. Ada juga penguatan ketahanan pangan  Langkat berupa program penguatan peternakan melalui program jaminan perlindungan usaha peternakan dari risiko kematian atau kehilangan ternak sapi dan kerbau.

“Program lainnya adalah pengembangan sektor kelautan dan perikanan Langkat berupa penguatan keberlangsungan usaha kelautan dan perikanan Langkat melalui program jaminan perlindungan jiwa nelayan dan pembudidayaan ikan,” kata Syah Afandin dalam paparannya kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Selain lima program diatas, para pelajar sebagai generasi muda tak luput dari perhatian TPAKD Langkat dengan menghadirkan program akselerasi dan perluasan gerakan “Ayo Menabung”. Progam ini mendukung program nasional pemerintah dalam rangka meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan melalui partisipasi pelajar dalam program Simpanan Pelajar (Simpel)  dan tabungan reguler khusus pelajar lainnya.

Menurut Syah Afandin, program-program percepatan akses keuangan daerah ini telah ikut mendorong bangkitnya perekonomian Kabupaten Langkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2015 hingga 2019, rata- rata pertumbuhan 5,03 persen atau lebih tinggi 0,02 poin dibandingkan rata-rata nasional yang tercatat sebesar 5,01 persen. Pada tahun 2019 perekonomian Langkat tercatat tumbuh sebesar 5,07 persen.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved