Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Siasat Penyanyi Once Mekel Tetap Aktif di Tengah Pandemi Covid-19

Kalau masih bisa bertahan di dunia musik pasti saya tekuni. Sampai saya tua. Sampai saya tidak bisa manggung lagi.

Editor: Perdata O Ginting S
KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWAN
Once Mekel 

Kami pernah mengundang Pak Dirjen Hak Cipta, Menteri Pariwisata Pak Sandi Uno.

Apa yang bisa dimanfaatkan para musisi di tengah pandemi Covid-19?

Sekarang ini, ya dalam masa pandemi, musisi yang masih baru mulai sebaiknya manfaatkan periode ini untuk memantapkan kemampuan. Misal, dipakai latihan sebanyak mungkin, kreasi, untuk menghasilkan album bagus.

Begitu periode Covid-19 selesai, teman-teman musisi sudah lebih hebat. Jangan sama dong. Kita sebenarnya semua tiarap.

Saya rasa pada periode Covid ini, kita bisa lihat siapa yang akan menjadi musisi berdedikasi, survive, dan mana yang duluan menyerah.

Bagaimana awalnya Anda terjun ke dunia kuliner?

Saya kan sebenarnya bukan pengusaha yang hebat. Beberapa waktu lalu, saya coba buka usaha di bidang kuliner. Yang pertama saya buka bersama Ridho Slank di M Bloc Space. Namanya Kedai Katong.

Kami menjual makanan Manado dan menjual Kopi Ambon. Lalu saya buat lagi di BSD namanya Mayosi. Mayosi itu konsepnya terbuka, pemandangan enak, karena di depan danau besar.

Udaranya nyaman, sebetulnya itu dibuat setelah periode Covid. Mengantisipasi orang-orang yang datang khawatir di dalam ruangan. Syukur-syukur dapat tanggapan positif.

Ahmad Dhani (kiri) dan Once Mekel mencoblos (KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWAN)
Ahmad Dhani (kiri) dan Once Mekel mencoblos (KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWAN) (KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWAN)

Satu hal yang saya pelajari di bisnis kuliner, sekalipun kita bisa bikin suasana dan desainnya nyaman, makanannya tetap harus enak.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved