Breaking News:

Jadwal Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Direksi BUMD Kota Medan Mundur

Padahal berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, uji kelayakan dan kepatutan tersebut dimulai dari 23 Juni hingga 8 Juli 2021.

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Tribun-medan.com/ Fredy Santoso
WALI Kota Medan Bobby Afif Nasution bersama Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman saat menemui mahasiswa yang demonstrasi di depan kantor Wali Kota Medan, di Jalan Kapten Maulana Lubis. Senin (21/6/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tahapan fit and proper tes atau uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Medan tak kunjung dilaksanakan.

Padahal berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, uji kelayakan dan kepatutan tersebut dimulai dari 23 Juni hingga 8 Juli 2021.

“Ada perubahan jadwal,” ujar Kabag Perekonomian Setda Kota Medan, Regen Harahap, saat dikonformasi, Kamis (24/6/2021).

Meski begitu, Regen belum mengetahui pasti sampai kapan jadwal fit and proper tes calon direksi yang ditunda. Sebab, pihaknya belum mendapat konfirmasi dari pihak Universitas Sumatra Utara (USU) sebagai pelaksana.

“Kita tunggu jadwal pasti dari USU. Nanti perubahan jadwal akan diinfokan ke setiap peserta,” ungkapnya.

Seperti diketahui panitia seleksi telah mengumumkan 97 nama calon direksi di Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar, PUD Pembangunan, PUD Rumah Potong Hewan (RPH) yang lulus seleksi administrasi.

Baca juga: Bobby Nasution Bilang Seleksi BUMD Terbuka untuk Umum, Tim Sukses Pilkada Boleh Ikut

Berdasarkan data 97 nama yang diterima Tribun-Medan, terdapat beberapa nama mantan ataupun direksi BUMD Kota Medan yang tengah menjabat.

Beberapa di antaranya yakni Putrama Al-Khairi mantan Direktur Utama PD Pembangunan, Tengku Maya Magdina Plt Dirut PD Pasar dan Direktur Operasional PD Pasar, mantan Plt Direktur Utama PD Pasar Khairul Ashar Daulay dan mantan Plt Direktur Administrasi Keuangan PD Pasar Hafiz Ibrahim.

Serta ada nama Fitriani Manurung, Wakil Ketua DPC PDIP Kota Medan yang melamar Direktur Utama PD Pembangunan.

"Harus ada surat keterangan tidak tergabung dalam Partai Politik. Kalau dia masuk dalam pengurus, harus ada surat pengunduran diri," kata Regen.(cr14/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved