Breaking News:

Kadis PU Binjai Sudah Koordinasi Dengan Pemprov Sumut Terkait Perbaikan Jembatan Bandar Senembah

Akibatnya, jembatan yang tampak kokoh tersebut kini sudah terasa bergoyang, bila kendaraan melintas di atasnya.

Penulis: Satia | Editor: Ayu Prasandi
Tribun-medan.com/Wen Satia
Jembatan Bandar Senembah, yang menghubungkan antara Jalan Sudirman dan Jalan Gatot Subroto, Kota Binjai mulai terkikis termakan usia, Kota Binjai, Selasa (22/6/2021). (Tribun-medan.com/Wen Satia) 

TRIBUN MEDAN.COM, BINJAI- Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Elvi Kristina mengatakan, bahwa pihaknya sudah melayangkan permohonan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, untuk memperbaiki Jembatan Bandar Senembah.

"Kita sudah mengajukan kepada Pemprov Sumut. Dari mereka bilang itu surat-suratnya beres dalam waktu sebulan, karena menggunakan dana darurat provinsi itu," ucapnya. 

Menurutnya, Pemprov Sumut akan menggunakan dana darurat untuk melakukan perbaikan jembatan tersebut. 

Sejak dibangun tahun 1991, Jembatan yang menghubungkan antara Jalan Sudirman dan Jalan Gatot Subroto, Kota Binjai belum pernah tersentuh pemerintah perbaikan jembatan yang berada di belakang Rumah Dinas Wali Kota Binjai tersebut.

Akibatnya, jembatan yang tampak kokoh tersebut kini sudah terasa bergoyang, bila kendaraan melintas di atasnya.

Ditakutkan, jembatan tersebut dapat ambles atau ambruk sewaktu-waktu, bila tak kunjung diperbaiki.

Baca juga: 6 Jenis Kain Ulos Khas Batak dan Maknanya yang Wajib Ketahui, Ada Yang untuk Wanita Hamil 

Selain itu, penahan jembatan tersebut tampak mulai terkikis dan ambles masuk ke sungai, sering dimakan usia.  

Pada sisi kiri ujung, bila datang dari arah Jalan Sudirman, tampak penopang jembatan mulai ambles ke sungai. Akibatnya, jika kendaraan melintas, jembatan mulai terasa goyang. 

Muhammad Yusuf (64), warga sekitar mengatakan, jembatan tersebut didirikan oleh pemerintah sejak tahun 1991-1992. Sejak didirikan, jembatan tersebut belum ada dilakukan perbaikan oleh pemerintah.

"Sejak tahun dibangun belum ada dilakukan perbaikan atau dibetulin sama mereka (Pemerintah)," kata dia, saat ditemui di sudut jembatan.

Ia mengatakan, jembatan mulai terasa goyang, sejak penahan atau bronjong setiap sisi ambles ke sungai, karena termakan usia.

Baca juga: KONI Dukung Pemko Medan Dalam Peningkatan Sarana Olahraga

Selain itu, penyebab lainnya dikarenakan meluapnya air sungai, sehingga penahanan pada jembatan ikut terkikis. 

"Sudah lima bulan lebih-lah begitu jembatannya. Lihat aja itu Bronjong-nya sudah tidak ada, jadi kurang penahannya. Kalau meluap air, juga membuat tanah terkikis," ucapnya. 

(Wen/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved