Breaking News:

Gubernur Sumut Sebut Melawan Narkoba tak Hanya Perayaan Semata

Melawan narkoba tidak hanya dengan melakukan perayaan-perayaan semata. Tetapi dibutuhkan tindakan konkret.

TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
GUBERNUR Sumut Edy Rahmayadi. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi turut mengikuti peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2021 dari Rumah Dinas, Jalan Sudirman Medan, secara virtual yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo, Senin (28/6).

Gubernur Edy menyebutkan, melawan narkoba tidak hanya dengan melakukan perayaan-perayaan semata. Tetapi dibutuhkan tindakan konkret, sehingga bahaya laten narkoba bisa benar-benar bisa diberantas.

"Dia harus ril, bukan hanya melakukan perayaan-perayaan dalam rangka Hari Anti Narkotika, tapi apa yang harus kita lakukan secara ril," tegas mantan Pangdam I Bukit Barisan itu, Senin.

Terlebih, kata Edy, Sumut merupakan provinsi yang jarak antar satu daerah dengan kabupaten dan kota saling berjauhan. Ditambah lagi banyak pintu-pintu tikus yang bisa dimanfaatkan oleh orang tak bertanggungjawab untuk menyelundupkan narkotika ke Sumut.

Sehingga harus ada kesepakatan yang mendetail dengan bupati dan wali kotadalam membasmi penyalahgunaan narkoba di Sumut.

"Dengan luasnya Sumut yang terdiri dari 33 kabupaten dan kota, yang jaraknya jauh-jauh. Untuk itu apa yang bisa kita lakukan bersama Bupat dan Wali Kota, yang besok dirapatkan, buatkan blue print apa yang bisa dikerjakan. Baru undang dari AU, dari AL, dari AD. Karena nggak bisa sendiri-sendiri. Ada kegiatan yang sifatnya perencanaan, ada yang sifatnya pelaksanaan," ujar Edy.

Edy pun bercerita, soal dirinya yang pernah menurunkan tank ke kampung narkoba di Sumut. Hal itu ia lakukan ketika masih menjabat sebagai Pangdam I/BB. "Saya hanya mencontohkan konkret. Tahun 2016, saya saat itu menjabat sebagai Pangdam, Kampung Kubur itu saya tutup. Reaksi ribut, ramai," ungkapnya.

"Bahkan pernah saya gerakkan itu tank. Apakah untuk nembak? Tidak. Tank ini kan hanya untuk penyemangat bahwa kita melawan," tambahnya.

Baca juga: Razia Kampung Narkoba Di Tanjungbalai, BNN Amankan 2 orang yang di Curigai Pemakai

Akibatnya ketika itu, orang-orang yang berada di Kampung Kubur itu melarikan diri hingga melompat ke sungai. Tindakan itu ia lakukan saat Kampung Kubur masih menjadi lokasi peredaran narkoba di Sumut.

"Kampung Kubur itu orangnya sampai loncat ke sungai. Kampung Kubur ini satu tempat yang saat itu peredaran narkoba paling besar di Sumut," ucapnya.

Edy mengungkapkan, bila narapidana yang tengah menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjunggusta di Sumut terbanyak adalah kasus narkoba. "Kalau kita lihat di Tanjunggusta itu sudah sampai 80 persen, over. Dan itu rata-rata narkoba," pungkasnya. 

Instalasi Rehabilitasi Narkoba Diresmikan

WAKIl Gubernur (Wagub) Sumatera Utara Musa Rajekshah meresmikan Instalasi Narkotika di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Muhammad Ildrem, Jalan Jamin Ginting Km 10 Medan, pada Senin (28/6). Peresmian tempat rehabilitasi narkoba itu berkaitan dengan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021.

Di dalam Instalasi rehabilitasi narkoba di RSJ Muhammad Ildrem terdapat fasilitas berupa 20 tempat tidur yang terbagi pria dan wanita serta fasilitas lainnya. Rencananya di RSJ tersebut juga akan ditambah hingga 100 tempat tidur. "Dengan adanya Instalasi Rehabilitasi ini, diharapkan dapat membantu menurunkan jumlah pecandu di Sumut dan fasilitas di sini harus lebih ditingkatkan," ucap pria yang biasa disapa Ijeck ini.

Menurut Ijeck, pandemi Covid-19 yang melanda tidak membuat peredaran narkoba menurun, tetapi justru semakin mengalami peningkatan. sHal ini diduga disebabkan faktor ekonomi masyarakat yang sudah mulai mengalami kesulitan.

"Peredaran narkoba ini tidak boleh dianggap remeh dan harus segera kita tuntaskan, demi generasi kita ke depan. Kita ketahui ekonomi masyarakat saat ini memang sulit karena pandemi, hingga membuat masyarakat kita terjerumus dalam usaha mengedarkan narkoba," kata Ijeck.

Kepala BNN Sumut, Brigjen Pol Atrial mengatakan, keberadaan instalasi rehabilitasi narkoba di RSJ milik Pemprov Sumut tersebut, diharapkan dapat menurunkan tingkat kecanduan Narkoba di Sumut. Rencananya kerja sama antara BNN Sumut dengan Pemprov Sumut, membentuk satuan tugas (Satgas) di organisasi perangkat daerah (OPD) demi mengatasi permasalahan penyalahgunaan narkoba di Sumut.(ind/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved