Breaking News:

Pemprov Sumut Fokus Pengembangan Pertanian Tanaman Holtikultura

Melalui digitalisasi, maka dapat dipastikan bahwa produksi holtikultura bisa memenuhi kebutuhan pasar.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Tribun-Medan.com/MAURITS PARDOSI
MENKO - Luhut Binsar Panjaitan bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono memperlihatkan hasil tanaman dari lahan Food Estate di Kabupaten Humbahas, Sumatera Utara, Selasa (23/3/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan, Pemprov Sumut akan terus memfokuskan pengembangan di bidang pertanian terutama tanaman holtikultura. Salah satunya dengan memaksimalkan produksi holtikultura melalui digitalisasi pertanian.

Hal itu disampaikan Edy usai memimpin Rapat Koordinasi TPID se-Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Medan, Senin (28/6/2021).

Melalui digitalisasi, kata Edy, maka dapat dipastikan bahwa produksi holtikultura bisa memenuhi kebutuhan pasar. Tentunya ini menguntungkan produsen, lantaran bisa langsung mengakses pasar untuk kepastian hasil produksi taninya.

"Dengan terselenggaranya holtikultura yang nanti ditangani oleh BUMD, ada sinkronisasi sehingga petani mempunyai jaminan. Melalui digitalisasi pertanian, para petani juga akan lebih cepat tahu di mana hasil taninya dihargai lebih, itu yang kita inginkan agar petani kita bisa lebih sejahtera," kata Edy.

Menurut Edy, Pemprov Sumut mempunyai fokus utama selain holtikultura, yakni memaksimalkan penyerapan APBD. Tujuannya agar uang beredar dan bisa menyejahterahkan masyarakat

"Kalau di Sumut potensi holtikultura diutamakan. Kedua untuk menunjang dalam kondisi dampak covid-19, penyerapan ini harus kita maksimalkan. Penyerapan APBD harus kita prioritaskan biar ada dana di tengah-tengah masyarakat," ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan BI Wilayah Sumut Soekowardojo menyampaikan, perekonomian Triwulan II 2021 akan lebih tinggi dari Triwulan I 2021.

Pemulihan ekonomi Sumut sebenarnya sudah terlihat pada Triwulan I 2021. Pada periode ini tercatat pertumbuhan ekonomi sebesar -1,85 persen, lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar -2,94 persen. Perbaikan terlihat di sisi ekspor, karena didorong permintaan mitra dagang dan juga peningkatan harga komoditas.

Baca juga: Dampak Erupsi, Lahan Pertanian Rusak Terpapar Abu, Petani : Sudah Enggak Ada Yang Mau Beli

Hal ini terkonfirmasi dari purchasing managers’ index (PMI) di Amerika Serikat, Singapura, Zona Eropa dan Jepang. BI memprediksikan Triwulan II 2021 pertumbuhan ekonomi Sumut akan menyentuh zona positif.

"Terus membaik, seluruh komponen utama permintaan dan penawaran membaik. Tiongkok jelang Hari Raya Imlek meningkatkan permintaan CPO (crude palm oil), pertanian beberapa komoditas utama memasuki musim panen, hanya saja sektor perdagangan domestik masih kontraksi karena adanya PPKM Mikro sepanjang triwulan I 2021," jelas Soekowardojo.

Sementara itu, Asisten Deputi Moneter dan Sektor Eksternal Kemenko Bidang Perekonomian Ferry Irawan mengatakan, pangan yang harganya bergejolak (volatile food) mempengaruhi inflasi di Sumut, terutama cabai merah. “Sangat penting menjaga ketersediaan dan stabilitas harga cabai merah,” katanya.(ind/tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved