Breaking News:

Desakan Tutup PT TPL

Di Bawah Tugu DI Panjaitan Masyarakat Teriak Tutup PT TPL

Masyarakat kembali menyerukan untuk sesegera mungkin menutup PT TPL yang dianggap merampas tanah masyarakat

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Para demonstran mendesak agar pemerintah menutup PT TPL, Selasa (29/6/2021). Warga menilai keberadaan PT TPL menjadi biang keributan.(TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI) 

TRIBUN-MEDAN.COM,BALIGE-Ratusan masyarakat dari berbagai daerah kembali mengadakan aksi solidaritas, Selasa (29/6/2021).

Di bawah tugu DI Panjaitan, masyarakat teriak tutup PT TPL (Toba Pulp Lestari).

Masyarakat menganggap, keberadaan PT TPL ini menjadi biang keributan.

Berkali-kali PT TPL dituding merampas lahan milik masyarakat.

Baca juga: Petani Sihaporas Klarifikasi Soal Pengakuan Marudut Ambarita Buat Laporan Palsu Konflik dengan TPL

Dalam aksinya itu, warga membentangkan spanduk berisi sejumlah poin kecaman. 

"Setelah PT TPL muncul di Tano Batak 30 tahun lamanya, ternyata mereka melakukan penggelapan paling besar. Maka itu kami minta agar PT TPL ditutup," kata Hesron Sitorus, selaku perwakilan masyarakat, Selasa (29/6/2021).

Pada spanduk yang dibentangkan saat aksi, terdapat poin desakan untuk mencabut konsesi PT TPL dari tanah masyarakat adat.

Baca juga: TOGU SIMORANGKIR Terharu Dikasih Uang Rp 20 Ribu Untuk Jalan ke Istana Negara Minta Tutup TPL

Kemudian, masyarakat menuding PT TPL ini sebagai produsen limbah paling berbahaya.

Sehingga, menurut masyarakat, PT TPL turut menjadi dalang pencemaran di wilayah kawasan Danau Toba, sama halnya dengan PT Aqua Farm.  

Selain melakukan aksi di tugu DI Panjaitan, masyarakat juga mengadakan aksi serupa di kantor Bupati dan kantor DPRD Kabupaten Toba.

"Hidup rakyat, hidup Tano Batak," teriak massa aksi.(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved