Breaking News:

Kreasi Ultra Mikro Bantu UMKM Naik Kelas, Pegadaian Kucurkan Dana Rp 9,4 Miliar

Produk Kreasi Ultra Mikro ini cukup digemari oleh masyarakat dengan peminjaman modal maksimal Rp 10 juta yang cukup membantu ...

Penulis: Kartika Sari | Editor: Eti Wahyuni
HO / Tribun Medan
Nasabah saat melakukan transaksi di Pegadaian Kanwil 1 Medan beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pelaku usaha mikro kini semakin dipermudah dengan bantuan permodalan dan pendampingan agar usaha yang dirintis dapat berkembang.

Terkait hal ini, PT Pegadaian (Persero) melalui tim bagian Mikro tetap selalu berusaha dekat dengan masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Adapun untuk Pegadaian wilayah Kanwil I, ada 50 kantor cabang dan 232 Unit Pelayanan Cabang (UPC), jadi total outlet ada sebanyak 282 di Sumut-Aceh.

Ada beragam penawaran yang diberikan, diantaranya Kreasi Ultra Mikro (Kreasi UMi) yang telah berjalan dengan mensosialisasikan kepada masyarakat melalui media hingga terjun langsung kepada masyarakat.

Baca juga: Harga Emas Antam Pegadaian Turun, Kini Rp 974 Ribu per Gram di Pegadaian Kanwil Medan

Berdasarkan catatan dari PT Pegadaian Kanwil I Medan, ada sekitar 1.537 nasabah dengan kucuran dana hingga Rp 9,4 miliar untuk membantu permodalan para pelaku UMKM.

Kepala Humas dan Protokoler Pegadaian Kanwil I Medan, Gopher Manurung mengungkapkan bahwa tidak hanya memberikan modal namun juga turut memberikan pendampingan secara berkala.

"Dalam jangka waktu tertentu, tim yang melakukan kunjungan atau survei. Dalam beberapa hari, akan ada tim yang mensurvei ke lokasi usaha nasabah sekaligus melakukan pendampingan," ungkap Gopher, Selasa (29/6/2021).

Dikatakan Gopher, produk Kreasi Ultra Mikro ini cukup digemari oleh masyarakat dengan peminjaman modal maksimal Rp 10 juta yang cukup membantu para pelaku usaha membeli modal bahan baku untuk usaha kecil.

"Untuk skala mikro di kota besar memang kurang mengena dengan biaya Rp 10 juta ini. Namun, kalau di daerah atau kecamatan, bantuan modal ini benar-benar cukup membantu. Kalau di kecamatan buka toko kelontong atau kedai sampah atau jual sarapan sudah bisa," kata Gopher.

Setelah pencairan dapat berhasil, para pelaku UMKM akan dibina dengan memberikan pendampingan seperti manajemen pembukuan keuangan, strategi marketing, konsultasi pergerakan omzet, hingga cara pendistribusian.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved