LBH Medan Kritik ASN & Satpam yang Ajak Duel Wartawan, Minta Pemerintah Didik Pegawai Soal Pers
Dia mengatakan di masa pandemi Covid-19 ini peran media sangat dibutuhkan masyarakat untuk keperluan informasi tentang covid-19.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan mengkritik soal ASN dan satpam Rumah Sakit Jiwa Prof. Ildrem yang mengajak duel wartawan usai meliput vaksinasi Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ), Selasa (29/6/2021).
"Ya itu tindakan oknum tersebut justru merupakan tindakan penghalang-halangan yang melanggar ketentuan jurnalistik," kata Kepala Divisi Sipil Politik LBH Medan, Maswan Tambak.
"Bahkan ada hukuman pidana terhadapnya jika mengacu pada pasal 18 Ayat (1) Undang-undang Nomor : 40 Tahun 1999 Tentang Pers," lanjutnya.
Dia mengatakan di masa pandemi Covid-19 ini peran media sangat dibutuhkan masyarakat untuk keperluan informasi tentang covid-19.
Termasuk klaster di RSJ Prof. Ildrem karena tengah santer dibahas di masyarakat. Selain itu peran media/wartawan berada di posisi penting membantu pemerintah menyampaikan informasi.
Baca juga: Niatnya Tangkap Biawak, Pemuda Ini Malah Terjebak di Dalam Gorong-Gorong
Oleh karena itu, tindakan oknum tersebut sebagai ASN justru bertentangan dengan spirit pemerintah dalam pencegahan Covid-19.
Demikian, LBH Medan sangat menyesalkan tindakan ASN dan satpam tersebut. Perlu ada tindakan tegas terhadap oknum tersebut, apalagi sampai dengan mengajak duel.
"Kami minta kepada Gubernur Sumatera Utara dan seluruh bupati/walikota serta jajarannya memastikan tidak boleh ada penghalang-halangan terhadap wartawan tanpa terkecuali terlebih lagi wartawan peliput berita Covid-19," ungkapnya.
Dikatakan, ke depan pemerintah perlu melakukan edukasi tentang pers kepada para ASN terutama yang jabatannya sering bersentuhan dengan rekan - rekan media.
"Agar pemerintah punya pengetahuan cukup dalam membantu kerja pemerintah sehingga memenuhi keutuhan informasi dan edukasi masyarakat," ujarnya.
"Selain itu juga untuk antisipasi tindakan penghalang-halangan terus terulang. ASN harusnya lebih mengedepankan argumentasi daripada emosi," tambahnya.
Baca juga: VIVO Y73 Sanggup Memanjakan Pengguna yang Doyan Game, Dapur Pacunya Helio G95 RAM 8GB
Sebelumnya diberitakan, pegawai Rumah Sakit Jiwa Prof Ildrem bertindak arogan tantang duel wartawan.
Pegawai bernama Wahyu Kaban itu bahkan merampas alat kerja awak media yang diundang peliputan vaksinasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Mulanya, awak media bersiap-siap untuk pulang, dan mengambil gambar pendukung suasana gedung RSJ Prof Ildrem.
Tiba-tiba saja Wahyu Kaban datang menarik lengan fotografer Tribun Medan Riski Cahyadi.
Sontak, Riski bertanya apa maksud Wahyu Kaban.
"Kami diundang liputan. Tiba-tiba dia datang ingin merampas kamera saya dan mengajak berkelahi," kata Riski, Selasa (29/6/2021).
Saat Wahyu Kaban berusaha menyerang Riski, sejumlah jurnalis lain yang sama-sama ikut liputan berusaha melerai.
Namun, Wahyu Kaban makin bringas bak kesetanan.
"Maksud mu apa? Ayo kantor-kantor," kata Wahyu Kaban sambil menarik lengan Riski.
Baca juga: Alasan Bupati Toba Poltak Sitorus Lama Menyambangi Massa Aksi Tutup TPL
Melihat itu, rekan sesama jurnalis meminta Wahyu Kaban tidak bersikap arogan.
Bukannya malah tenang, Wahyu Kaban kembali menyerang Riski.
"Enggak usah kau liput-liput. Entah apa-apa kau liput-liput," katanya merampas selular milik Riski Cahyadi.
"Bapak jangan begitu. Masalah kecil jangan dibesarkan," kata fotografer Antara.
Lagi-lagi, Wahyu Kaban menantang duel.
Dia membusungkan dadanya ke arah fotografer Antara.
"Kau sor sama aku! Mau besar, besar, ayok lah. Ini nah, nama ku, nah, nah," katanya membusungkan dada sembari menantang.
Tak lama kemudian, satpam berbaju mirip polisi ikut-ikutan menantang.
Satpam itu bernama Rahmad.
Dia ikut-ikutan mengajak wartawan duel.
Baca juga: Penyanyi Dangdut Ini Nyatakan Sudah Berdamai sama Istrinya, Cekcok RumahTangga Dianggap Setingan
"Ayok lepas baju dinas kau. Ayok, ayok," kata Rahmad.
Rahmad kemudian berjalan menjauh untuk mencari tempat duel.
Karena tak ingin ribut, awak media bertahan di posisi semula.
Tak lama berselang, datang satpam berbaju biru.
Satpam itu meminta maaf karena temannya bernama Rahmad bersikap arogan dan menghalang-halangi kerja jurnalis.
(cr8/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pegawai-rumah-sakit-jiwa-prof-ildrem-bertindak-arogan.jpg)