Breaking News:

Yayasan Sari Asih Nusantara di Simalungun Ditutup, Nasabah: Enggak Tahu Bagaimana Lagi

Sejumlah nasabah Yayasan Sari Asih Nusantara di Kabupaten Simalungun bingung bagaimana mendapatkan kembali uang mereka.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Boru Sianturi dan N Sidabutar, satu dari ratusan nasabah yang merasa ditipu oleh Yayasan Sarih Asih Nusantara di Simalungun saat dijumpai di kediaman, Selasa (29/6/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Sejumlah nasabah Yayasan Sari Asih Nusantara di Kabupaten Simalungun bingung bagaimana mendapatkan kembali uang mereka yang ditempatkan di yayasan mengelola koperasi simpan pinjam itu.

Seorang nasabah bermarga Sianturi mengatakan pencairan atas tabungan anak-anaknya tak kunjung terealisasi padahal sudah jatuh tempo.

"Harusnya tabungan anak saya cair tanggal 20 Juni 2021. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan maupun penjelasan dari pihak Yayasan Sari Asih Nusantara" ucap Sianturi warga Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

Sianturi mengatakan, sesuai dengan kontrak, dirinya selalu menyetor Rp 150 ribu setiap bulan kepada pihak Sari Asih Nusantara selama lima tahun terakhir, dengan catatan akan dicairkan sesuai jadwal perjanjian kontrak.

"Anak saya terdaftar dua orang, dan setiap bulan saya setor Rp 150 ribu, dan itu sudah berjalan Rp 5 tahun, harusnya saya menerima sekitar Rp 7 Juta " terangnya.

Baca juga: INILAH Dalang Raibnya Uang Rp 87,5 Miliar Milik 30 Ribu Nasabah Sari Asih Nusantara

Selain Boru Sianturi, seorang nasabah lain N Sinabutar juga merasa ditipu oleh Yayasan Sari Asih Nusantara. Warga Sidamanik ini menyampaikan seharusnya dia menerima pencairan pada Tanggal 20 Juni 2021. Namun sampai detik ini, perusahaan tak kunjung menunaikan tanggung jawabnya.

"Enggak tahu bagaimana lagi. Kayaknya kami sudah ditipu. Harusnya sudah cair tabungan anak saya sekitar Rp 2 juta, tapi enggak ada kabar" terangnya.

Sementara itu, kontak WhatsApp layanan Yayasan Sari Asih Nusantara di Simalungun yang dihubungi Tribun Medan, mengaku seluruh operasional kantor sudah ditutup. Admin juga menunjukkan salinan keputusan dari Pengadilan Niaga Medan.

"Maaf kantor kita sudah tutup dan sudah ada putusan dari pengadilan," jawabnya. (alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved