Breaking News:

Kantor Pertanahan Deliserdang Selamatkan Aset Negara, Sertifikatkan 251 Tapak Tower Milik PLN

Pengamanan aset negara ini diberikan langsung Kepala Kantor Wilayah BPN Sumatera Utara Dadang Suhendi didampingi Kepala Kantor Pertanahan Deliserdang.

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Ayu Prasandi
HO
Kakanwil BPN Sumut Dadang Suhendi dan Kakantah BPN Deliserdang Fauzi menyerahkan 251 sertifikat tanah aset milik PLN, Rabu (30/1/2021).  

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Kantor Pertanahan Deliserdang menyerahkan sertifikat tanah aset  PT PLN (Persero) Sumatera UPT Medan, Rabu (30/6/2021).

Pengamanan aset negara ini diberikan langsung Kepala Kantor Wilayah BPN Sumatera Utara Dadang Suhendi didampingi Kepala Kantor Pertanahan Deliserdang Fauzi.

"Hari ini Kantor Pertanahan Deliserdang sudah mensertifikatkan tanah sekaligus mengamankan aset negara milik PLN sebanyak 251 sertifikat," ucap Fauzi. 

Kakanwil BPN Sumut Dadang Suhendi mengapresiasi kepada tim pengukuran Kantah Deliserdang yang turun langsung mengukur aset tanah milik PLN. 

Baca juga: Belum Menikah di Usia 44 Tahun, Indra Herlambang Ucap Alasannya: Ga Mau Terulang Aja

"Tadi sudah saya lihat videonya, teman-teman BPN turun langsung. Apapun dilalui karena memang harus diinjak tanahnya. Penyertifikatan aset PLN ini memang luar biasa," ujarnya. 

Aset milik PLN, lanjut Dadang, lokasi medannya tidak melulu berada di kota ataupun desa. Terkadang, harus berhadapan dengan hutan hingga jurang. 

"Petugas PLN yang turun ke rawa-rawa nggak pernah dibedakan honornya, tetap sama. Tapi percayalah, pasti ada nilai tambah yang akan didapat ke depannya," ucapnya. 

"Setelah diberikan, sertifikatnya dipelihara seperti memelihara istri. Jangan nanti dikemudian hari menimbulkan masalah," tambah Dadang. 

Manajer UPT PLN Medan Muhammad Azhar mengucapkan terima kasih kepada Kantah Deliserdang karena sudah mensertifikatkan tanah dan mengamankan aset negara di wilayah kerjanya. 

Ia menjelaskan, UPT PLN Medan punya tanggung jawab mensertifikatkan aset negara. Katanya, 251 aset yang diamankan itu adalah tapak tower di wilayah Deliserdang. 

Baca juga: 5 Rekomendasi Destinasi Wisata Laut di Sibolga dan Tapteng, Cocok untuk Liburan Bersama Keluarga

"Tapak tower ini sudah menjadi tugas kami mensertifikatkannya, harus benar-benar diamankan. Karena kalau sempat bermasalah tentu akan mengganggu pelayanan listrik ke masyarakat," ujarnya. 

Adapun luas untuk satu tapak tower tegangan 150 KV 15x15 meter. Sedangkan, untuk tegangan 275 KV satu tapak tower luasnya 25x25 meter.

"Untuk tahun lalu, sudah disertifikankan sebanyak 88 persil. Nah tahun ini untuk semester satu 251 persil. Sedangkan untuk semester dua sedang proses pengukuran," ujarnya.

(cr23/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved