Breaking News:

Prohealth Ampuh Minimalisir Kecelakaan Kerja, Alat Pemeriksaan Kesehatan Otomatis

Herra Indra Wirawan mengungkapkan Prohealth sebagai bagian penerapan optimalisasi program Fit To Work di perusahaan.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Eti Wahyuni
Tribun-medan.com/HO
PROHEALTH - Pegawai Pertamina saat mencoba alat Prohealth untuk mengetahui kondisi tubuh di Kantor Pertamina Regional Sumbagut, Jalan Yos Sudarso, Medan, Selasa (29/6/2021). (Tribun-medan.com/HO) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - PT Pertamina (Persero) terus berinovasi di berbagai bidang termasuk teknologi dan kesehatan. Melalui Pertamina Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) meluncurkan alat pemeriksaan kesehatan otomatis yang disebut Prohealth atau Pertamina Robotic Health di Kantor Pertamina Regional Sumbagut, Jalan Yos Sudarso, Medan, Selasa (29/6/2021).

Executive General Manager Pertamina Regional Sumbagut, Herra Indra Wirawan mengungkapkan Prohealth sebagai bagian penerapan optimalisasi program Fit To Work di perusahaan.

Alat ini juga terindikasi dengan sistem absen serta mendapat aspirasi sebagai inovasi di bidang kesehatan kerja.

“Untuk Fit To Work, kita ada alat Prohealth. Prohealth sendiri merupakan alat pemeriksaan kesehatan otomatis pertama yang langsung terintegrasi dengan sistem identifikasi personel (absen),” ungkap Herra, Rabu (30/6/2021).

Dengan hadirnya Prohealth ini, ia berharap dapat mengurangi risiko fatality illness atau kecelakaan kerja dengan mengutamakan pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja.

Sementara itu, Area Manager Medical Pertamina Regional Sumbagut Hengki Ferdianto menjelaskan bahwa dalam Prohealth tersebut, pekerja akan melalui pemeriksaan tekanan darah, detak jantung, kandungan alkohol, suhu tubuh, dan saturasi oksigen. Alat ini sangat penting terutama di masa pandemi Covid-19.

Baca juga: Lowongan Kerja BUMN Pertamina untuk Fresh Graduate, Berikut Syarat dan Posisi yang Ditawarkan

“Salah satu komponen pemeriksaan Prohealth ini adalah saturasi oksigen. Saturasi oksigen menjadi hal yang sangat penting di masa pandemi, dimana salah satu tanda Covid-19 menyerang penderita itu saturasi oksigennya di bawah 93 persen,” ucap Hengki.

Ia menjelaskan, sebelumnya alat ini ditemukan rekan-rekan Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah oleh tim Persada IV dalam inovasi Continous Improvement Program (CIP) yang diadakan Pertamina.

Prohealth sendiri telah mendapat penghargaan tingkat nasional, rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) dan pengakuan dari Kementerian Kesehatan.

“Prohealth ini merupakan jawaban dari upaya digitalisasi sebagaimana kita ketahui salah satu yang digadang-gadang ke depan aspek digitalisasi karena tidak bisa kita pungkiri dengan bergeraknya zaman arus digitalisasi semakin besar. Alat ini adalah salah satu jawaban dari kesehatan terhadap aspek digitalisasi ini, prinsipnya memudahkan pekerjaan dan mempersingkat waktu pekerjaan,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini secara virtual, Manager Health Commercial & Trading, Sindu Agung Lesmana, serta Area Manager Medical Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah, Datuk Fachrul Razy.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved