Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Suka Duka Fadjroel sebagai Penyambung Lidah Presiden, Saya Bicara Setelah Jokowi Bicara

Di manapun tugas negara yang diperintahkan Preiden Joko Widodo, saya akan menjalankan sebaik-baiknya

Seno Tri Sulistiyono/Tribunnews.com
Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman 

Nah, sampai sekitar Januari, Februari, Maret, itu saya selalu mendampingi Beliau terus-menerus, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Sampai-sampai di dalam mobil itu saya sediakan dua koper.

Karena biasanya pada Jumat, setelah rapat terbatas, Beliau langsung mengajak ke luar kota atau ke luar negeri. Minggu atau Senin kembali kerja.

Apa kesan yang Anda rasakan selama mendampingi Beliau?

Presiden itu sangat hangat sebagai manusia dan sangat bersahabat. Selalu menghargai siapapun yang ada sekitar Beliau.

Tetapi, kami tetap harus memperlakukan Beliau sebagai Presiden Republik Indonesia.

Baca juga: BELAJAR Tatap Muka Batal, Kepsek SMPN 7 Medan Kecewa padahal Sudah Simulasi

Baca juga: PERINTAH Tegas Gubernur Ganjar Pranowo: Lockdown, Gak Bisa Ditawar-tawar!

Saya punya logo di jas merah. Itu adalah izin untuk mendekati Beliau, sedekat mungkin,  tanpa dialangi. Berbisik boleh, tapi hanya pihak tertentu.

Sikap itu hangat. Seperti tidak ada jarak. Tapi, saya tentu perlu memperlakukan Beliau sebagai Presiden.

Bagaimana Anda mengelola isu-isu negatif pada periode kedua Jokowi menjadi Presiden?

Di Istana ada Kemensetneg, ada Seskab, dan ada KSP. Kami setiap pagi itu bersama-sama merumuskan satu narasi, yang kami sebut sebagai narasi bersama atau narasi Istana.

Kami diskusikan isu apa yang akan ditanggapi, siapa yang menanggapi, dan bagaimana menanggapinya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved