Afrika Selatan Ingin Legalkan Poliandri, Wanita Boleh Nikahi Banyak Pria Hingga Picu Kontroversi

Baru-baru ini masyarakat internasional dibuat heboh dengan usulan aturan baru di Afrika Selatan.

Editor: Liska Rahayu
Matthieu Ricard
Sebuah desa terpencil di kawasan Himalaya, Nepal, justru menjalankan tradisi poliandri 

TRIBUN-MEDAN.com – Baru-baru ini masyarakat internasional dibuat heboh dengan usulan aturan baru di Afrika Selatan.

Bagaimana tidak, usulan tersebut memperbolehkan wanita Afrika Selatan bisa menikahi lebih dari satu lelaki dalam waktu bersamaan.

Hal ini langsung menuai kontroversi di Afrika Selatan.

Baca juga: Saat AS dan Sekutunya Kepung Laut China Selatan, China Kontak Vietnam, Rusia dan Afrika Selatan

Baca juga: Tradisi Aneh Suku Zulu di Afrika Selatan, Para Wanita Telanjang Dada, Harus Tes Perawan saat Nikah

Diwartkan Independent, legalisasi poliandri diusulkan dalam bentuk green paper atau dokumen konsultasi kebijakan, yang dipublikasikan oleh Departemen Dalam Negeri.

Usulan tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk mereformasi UU Perkawinan.

Namun, usulan poliandri itu mengecewakan banyak pihak, termasuk kelompok konservatif dan kelompok agama.

Poligami, di mana seorang pria memiliki lebih dari satu istri, diperbolehkan di Afrika Selatan.

Ilustrasi Poliandri
Ilustrasi Poliandri (dok Intisari)

Namun, Kenneth Meshoe, yang merupakan pemimpin oposisi Partai Demokrat Kristen Afrika (ACDP) menyebut, masyarakat akan hancur jika "hak pernikahan yang sama" diberlakukan kepada perempuan.

Beberapa selebriti juga berbicara tentang proposal usulan tersebut.

Baca juga: Jennifer Dunn Kini Kembali Jadi Sorotan Terkait Mendiang Uje, Sebelumnya Dikabarkan Masih Poliandri

Baca juga: Pemerintah Bolehkan PNS Pria Boleh Poligami, Sedangkan PNS Wanita Dilarang Poliandri, Penjelasannya

Bintang reality TV Musa Mseleku, yang memiliki empat istri dan tampil dalam program tentang keluarga poligaminya, mengungkapkan hal ini kepada BBC.

"Ini akan menghancurkan budaya Afrika."

"Bagaimana dengan anak-anak dari orang-orang itu?"

"Bagaimana mereka mengetahui identitas mereka?"

Sebuah desa terpencil di kawasan Himalaya, Nepal, justru menjalankan tradisi poliandri
Sebuah desa terpencil di kawasan Himalaya, Nepal, justru menjalankan tradisi poliandri (Matthieu Ricard)

"Wanita sekarang tidak bisa mengambil peran pria, itu tidak pernah terdengar."

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved