Breaking News:

Asuransi SAN Bermasalah

BREAKING NEWS Merasa Ditipu, Korban Yayasan SAN di Samosir Wilhelmina Siahaan akan Tuntut Penagih

Informasi tutupnya Yayasan Sari Asih Nusantara (SAN) di Samosir membuat sejumlah nasabah merasa ditipu.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ MAURITS PARDOSI
POLEMIK ASURANSI SAN - Seorang nasabah Yayasan Sari Asih Nusantara (SAN) di Samosir Wilhelmina Siahaan yang menyatakan telah dirugikan yayasan SAN pada Jumat (2/7/2021). (TRIBUN MEDAN/ MAURITS PARDOSI) 

Merasa Ditipu, Korban Yayasan SAN di Samosir Wilhelmina Siahaan Akan Tuntut Penagih

TRIBUN-MEDAN.com, SAMOSIR - Informasi tutupnya Yayasan Sari Asih Nusantara (SAN) di Samosir membuat sejumlah nasabah merasa ditipu.

Seorang nasabah Yayasan SAN di Samosir Wilhelmina Siahaan (45) menegaskan bahwa pihaknya akan menuntut penagih, sebagai utusan Yayasan SAN tersebut.

"Saya akan menuntut penagih ini karena menurut saya ini seperti merasa ditipu. Ternyata, banyak juga rekan-rekan teman nasabah yang lain merasa seperti itu. Bahkan pada hari sebelumnya, mereka masih menagih ke nasabah," ujar Wilhelmina Siahaan (45) saat dikonfirmasi Tribun-medan.com pada Jumat (2/7/2021).

Ia bercerita soal besaran nominal yang setorkan ke pihak Yayasan SAN tersebut per bulannya.

Bahkan, ada bonus dari simpanan nasabah bila anak nasabah mendapatkan peringkat tiga besar di sekolah.

"Dari pihak asuransi itu datang ke rumah dan menawarkan untuk asuransi pelajar dimana kita diminta membayarkan dengan premi Rp 100 ribu per bulan. Tapi, jika anak saya mendapat rangking 3 besar, maka akan mendapatkan seperti bonus dari jumlah premi yang saya berikan, setengah dari premi setahun," tuturnya.

"Misalnya Rp 100 ribu lah saya berikan tiap bulan dan waktu anak saya terima rapor menjadi tiga besar maka akan mendapatkan sejumlah Rp 500 ribu," sambungnya.

Dengan iming-iming bunga sebesar 2 persen dan bonus pendidikan anak membuat ibu rumah tangga ini tertarik dan segera mendaftarkan tiga anaknya yang tengah duduk di bangku sekolah.

"Saya tertarik itu karena kebetulan anak saya bakal juara maka tiga anak saya masukkan. Kalau bunga sih hanya sekitar 2 persen. Itu yang membuat saya tertarik, dan penarikan sesuai dengan jatuh tempo," sambungnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved