Breaking News:

Penggelapan Uang di Yayasan Sari Asih Nusantara, Rusmani Menurung Mangkir Panggilan Pertama

Saat disinggung, apakah ada pemberitahuan surat sakit, M Firdaus yang bersangkutan Rusmani Manurung tidak ada memberikan surat pemberitahuan.

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ ANIL
Yayasan Sari Asih Nusantara berada di Jalan Bakaran Batu, Tumpatan, Deliserdang, personil Satreskrim Polresta Deliserdang telah memasang police line, Selasa (30/6/2021).   

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Deliserdang, telah melakukan pemanggilan terhadap orang yang paling dianggap bertanggungjawab dalam kasus dugaan penggelapan uang nasabah Yayasan Sari Asih Nusantara Deliserdang, Jumat (2/7/2021).

Rusmani Manurung, ialah orang yang paling bertanggung jawab atas kasus tersebut. Rusmani diketahui sebelumnya merupakan anggota dewan DPRD Deliserdang.

Baca juga: Sebelum Mbak You Meninggal Dunia, Ini Ramalannya pada Pernikahan Aktor Rizky Billar dan Lesti Kejora

"Iya beliau (Rusmani) tidak datang, alasan yang kami terima ia sakit," ujar Kasatreskrim Polresta Deliserdang, M Firdaus.

Saat disinggung, apakah ada pemberitahuan surat sakit, M Firdaus yang bersangkutan Rusmani Manurung tidak ada memberikan surat pemberitahuan.

"Panggilan pertama ini beliau sakit, tidak ada surat pemberitahuan," ujar Firdaus.

Diberitakan sebelumnya, Ratusan warga datang menggeruduk Kantor Yayasan Sari Asih Nusantara yang berada di Jalan Bakaran Batu, Desa Tumpatan, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang, Senin (28/6/2021).

Kedatangan warga ini menuntut, uang yang mereka simpan di Yayasan Sari Asih Nusantara, untuk segera dikembalikan. 

Baca juga: LINK Streaming Big Match Belgia Vs Italia, Tak Disiarkan RCTI, Akses Di Sini Cara Nontonnya

Yayasan Sari Asih Nusantara, memiliki sejumlah cabang dibeberapa daerah di Sumatera Utara. Sejumlah tabungan dikelola Diantaranya tabungan sekolah.

"Beberapa bulan yang lalu, saya mendapat pemberitahuan Yayasan Sari Asih Nusantara ini berubah badan hukum, menjadi Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Kalau namanya berubah badan hukum, pasti berubah produk jasa kan," ujar Rahmad Indra seorang nasabah asal Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang.

Lanjut Rahmad, kedatangan ia bersama ratusan warga lainnya, meminta kejelasan kepada Yayasan Sari Asih Nusantara terkait tidak ada pemberitahuan kepada nasabah, ternyata yayasan tersebut sedang melakukan banding Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di pengadilan niaga. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved