Breaking News:

Asuransi SAN Bermasalah

PNS Dishub Kota Medan Turut Jadi Korban Yayasan Sari Asih Nusantara dengan Total Rp 22 Juta

Ratusan warga korban Yayasan Sari Asih Nusantara yang mencapai puluhan miliar memadati Kantor Kurator dan Legal Author Marudut Simanjuntak

Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Ratusan warga korban Yayasan Sari Asih Nusantara yang mencapai puluhan miliar memadati Kantor Kurator dan Legal Author Marudut Simanjuntak untuk melaporkan tagihan di Jalan Mangkubumi No 4, Kelurahan AUR, Kecamatan Medan Maimun, Jumat (2/7/2021). TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ratusan warga korban Yayasan Sari Asih Nusantara yang mencapai puluhan miliar memadati Kantor Kurator dan Legal Author Marudut Simanjuntak untuk melaporkan tagihan di Jalan Mangkubumi No 4, Kelurahan AUR, Kecamatan Medan Maimun, Jumat (2/7/2021).

POLEMIK ASURANSI SAN - Ratusan warga korban Yayasan Sari Asih Nusantara yang mencapai puluhan miliar memadati Kantor Kurator dan Legal Author Marudut Simanjuntak untuk melaporkan tagihan di Jalan Mangkubumi No 4, Kelurahan AUR, Kecamatan Medan Maimun, Jumat (2/7/2021). TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
POLEMIK ASURANSI SAN - Ratusan warga korban Yayasan Sari Asih Nusantara yang mencapai puluhan miliar memadati Kantor Kurator dan Legal Author Marudut Simanjuntak untuk melaporkan tagihan di Jalan Mangkubumi No 4, Kelurahan AUR, Kecamatan Medan Maimun, Jumat (2/7/2021). TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK (TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK)

Pantauan Tribun-medan.com, terlihat warga yang didominasi para emak-emak terlihat mengurus berkas di depan meja kantor kurator yang telah bersiaga tiga orang dari pihak kantor.

Di depan kantor kurator telah disediakan teratak (tenda) dengan spanduk berisikan tulisan 'Tim Pengurus Yayasan Sari Asih Nusantara berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Medan Reg. No: 24/Pdt-Sus-PKPU/2021/PN.Niaga Mdn Tempat Penyerahan Tagihan'

Selepas menunggu, para ibu tersebut terlihat diberikan Formulir Tagihan Kreditur Yayasan Sari Asih Nusantara (Dalam PKPU) oleh kurator yang telah ditunjuk sebagai Tim Pengurus Yayasan Sari Asih Nusantara dalam putusan pengadilan.

Ratusan warga korban Yayasan Sari Asih Nusantara yang mencapai puluhan miliar memadati Kantor Kurator dan Legal Author Marudut Simanjuntak untuk melaporkan tagihan di Jalan Mangkubumi No 4, Kelurahan AUR, Kecamatan Medan Maimun, Jumat (2/7/2021). TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Ratusan warga korban Yayasan Sari Asih Nusantara yang mencapai puluhan miliar memadati Kantor Kurator dan Legal Author Marudut Simanjuntak untuk melaporkan tagihan di Jalan Mangkubumi No 4, Kelurahan AUR, Kecamatan Medan Maimun, Jumat (2/7/2021). TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK (TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK)

Seorang Ibu berpakaian lengkap Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan juga ikut mengantre di dalam kerumunan ratusan orang tersebut.

Ia juga terlihat memberikan berkas formulir kepada pihak petugas Kurator.

Petugas PNS Dishub Rolly Napitupulu ternyata adalah salah seorang korban asuransi pendidikan yang harusnya sudah jatuh tempo pada bulan Juli ini senilai 11,3 juta.

"Jadi saya sudah 20 tahun menjadi nasabah disini. Sebelumnya tanggal 22 kemarin saya sudah cair punya kakak-kakaknya. Tapi yang dua ini dijanjikan jatuh tempo dan narik bulan Juli ini. Yang satu modalnya Rp 7.100.000 dan yang satu lagi Rp 4.200.000 berarti 11 juta tiga seratus," bebernya.

Rolly menyebutkan bahwa dirinya telah memasukkan 7 orang anaknya dan anak saudaranya di dalam asuransi pendidikan di Yayasan Sari Asih Nusantara.

Yang mana bila diakumulasikan maka total dari 7 anak tersebut ia menyebutkan senilai Rp 22 juta

"Itulah kami ke kantor pusat nengok, disitu ada dibuat untuk kita daftarkan ulang. Jadi kami sudah daftarkan ulang ini online ke website Yayasan. Jadi disuruh kemari antarkan berkas fotocopy masing-masing. Semua udah di online kan perlembar, semua yang punya dari rumah ya 22 juta ini dari 7 orang anak,"

Ia membeberkan bahwa data ketujuh anaknya sudah diinput datanya secara online ke website Yayasan Sari Asih Nusantara

Lebih lanjut Rolly menuturkan bahwa dua anaknya tersebut akan masuk ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Akan masuk kuliah.

"Dia kan tamat SD mau masuk SMP dan ada tamat SMA mau masuk kuliah. Mengharapkan harus dibayar secepatnya. Kalau pribadi mana sanggup kita, bersama-samalah kita nuntut. Uang kita pun ga seberapanya kan. Gitu istilahnya," bebernya.

(vic/tribunmedan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved