Breaking News:

Sibolga Penyumbang Inflasi

Ikan Laut Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar, Kok Bisa? Simak Penjelasannya

Kota Sibolga ternyata menjadi penyumbang inflasi terbesar bagi Sumatera Utara. Berikut ini penjelasannya

Penulis: Kartika Sari | Editor: Array A Argus
Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang
Pedagang ikan di Pasar Pajak Pringgan saat menunggu kiosnya, Rabu (13/11/2019). Ia mengeluhkan menurunnya penjualan ikan laut karena warga enggan membeli ikan sejak banyaknya ditemukan bangkai babi di sungai. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN-Pada juni 2021, Sumatera Utara mengalami inflasi sebesar 0,03 persen.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, pada Juni 2021, tiga kota IHK di Sumatera Utara yang mengalami inflasi itu diantaranya Sibolga sebesar 0,31 persen, Siantar sebesar 0,23 persen,
dan Medan sebesar 0,03 persen.

Sementara dua kota lainnya deflasi, yaitu Padangsidimpuan sebesar 0,26 persen dan Gunung Sitoli sebesar 0,28 persen.

Baca juga: Kota Medan Jadi Penyumbang Inflasi Paling Besar, Ini Saran BI

Ada 10 komoditas yang memberi andil inflasi gabungan lima kota IHK di Sumut, yakni ikan dencis sebesar 0,0715 persen, sewa rumah 0,0521, sawi hijau 0,0366, kentang 0,0225, dan emas perhiasan 0,0217.

Sementara untuk bahan holtikultura ada terjadi deflasi -0,1358 persen untuk cabe merah, -0,0607 untuk bawang merah, -0,0231 untuk cabe rawit, -0,0195 untuk minyak goreng, dan -0,0193 untuk cabe hijau.

"Produk holtikultura memberikan deflasi yang menahan inflasi di Sumut adalah cabe merah dengan 0,13, bawang merah 0,06, cabe rawit 0,02,"

"Ini kita lihat minyak goreng sudah mengalami deflasi 0,01 padahal di bulan sebelumnya cenderung mengalami deflasi," ungkap Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sumut Dinar Butarbutar, Sabtu (3/7/2021).

Baca juga: BI Rapat Inflasi dan Pangan, Pemprov: Bawang Putih Masih Import dari China

Adapun untuk Sibolga, pemegang inflasi tertinggi kebanyakan dari makanan laut, diantaranya yaitu ikan tongkol/ikan ambu-ambu sebesar 0,1216 persen, ikan Cakalang sebesar 0,1099 persen, ikan Terter 0,098 persen, ikan Kape-kape sebesar 0,0728, dan ikan Kembung sebesar 0,0668 persen.

Sementara itu, untuk bulan Juni 2021, Medan inflasi 0,03 persen atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 104,47 pada Mei 2021 menjadi 104,50 pada Juni 2021.

Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,36 persen.

Baca juga: Pjs Wali Kota Medan Sebut Optimalisasi Program Terencana Mampu Kendalikan Laju Inflasi

Kemudian kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,22 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen.

Kemudian ada kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,14 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,97 persen.

"Komoditas utama penyumbang inflasi selama Juni 2021 di Medan, antara lain, ikan dencis, sewa rumah, sawi hijau, jeruk, kentang, emas perhiasan, dan brokoli," ucap Dinar.(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved