PUKAT Trawl Marak di Serdang Bedagai, Kadiskanla Sri Wahyuni Angkat Bicara
Saat itu kesimpulan rapat adalah pihak Kabupaten Batubara berjanji untuk mengganti alat tangkap nelayannya yang memang dilarang sesuai ketentuan.
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com-SERDANGBEDAGAI - Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab Sergai Sri Wahyuni Pancasilawati mengetahui kondisi yang dialami oleh nelayan saat ini karena banyaknya nelayan pukat trawl dari Kabupaten Batubara di perairan Sergai.
Disebut pada saat zaman Kapolda masih dijabat oleh Komjen Pol Agus Andrianto yang saat ini menjabat Kabareskrim Polri pernah dilakukan rapat bersama dengan Kapala-Kepala Daerah.
Saat itu kesimpulan rapat adalah pihak Kabupaten Batubara berjanji untuk mengganti alat tangkap nelayannya yang memang dilarang sesuai ketentuan.
" Sampai sekarang nggak jalan memang ternyata. Apa mungkin kami yang marah-marah ke sana, nggak mungkin dong.
Harusnya mereka lah yang menjalankan apa yang sudah disampaikan dalam rapat itu.
Dulu di Sergai juga ada pukat trawl sekotar 40 an tapi kenapa sekarang sudah nggak ada lagi dan habis. Kita bisa kenapa mereka nggak bisa,"kata Sri Minggu, (4/7/2021).
Wanita yang akrab disapa Yuyun ini bilang dulu Sergai termasuk daerah yang paling tinggi untuk pengolahan ikan asin.
Hal ini lantaran memang ada pukat trawl.
Dampak dari pelarangan pukat trawl kemudian banyak ibu-ibu yang tidak bisa bekerja lagi untuk memproduksi ikan asin.
" Tapi itu dampak sementara saja. Nelayannya kita kasih lagi bantuan alat tangkap yang ramah lingkungan makanya mereka tidak mengeluh. Soal pukat trawl ini peran Provinsi dan Polisi dibawah Pol Airud tapi tetap kita laporkan ke Provinsi terkait sudah marahnya pukat trawl ini,"kata Yuyun.
Agar nelayan kecil bisa terus mendapatkan ikan Provinsi pun sudah melakukan tindaklanjut.
Selain membuat rumah-rumah ikan seperti rumpon juga dibuat apartemen ikan.
Saat ini pihaknya juga tengah membuat rumah ikan yang merupakan bantuan dari Provinsi dan tengah dalam pengadaan.
Rencananya akan di tanam di perairan Bagan Kuala supaya ikan bisa bertelur di daerah itu.
Nantinya akan ditanam di kedalam 10 meter dan akan diletakkan pada akhir Juli mendatang dan merupakan cara supaya ikan mau bertelur.
(dra/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/nelayan-di-pantai-bogak-kecamatan-teluk-mengkudu-kabupaten-serdang-bedagai.jpg)