Breaking News:

Wajib Pakai Masker Tiga Lapis, Regulasi untuk Penumpang KA Berlaku mulai Hari Ini

Regulasi ini berlaku mulai 5-20 Juli 2021 mendatang.Ada pun untuk pelanggan di bawah 5 tahun tidak diharuskan menujukkan hasil Rapid Test Antigen.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Petugas medis memasukkan kantong berisi CO2 milik calon penumpang kereta api untuk dites Covid-19 dengan GeNose C19 di Stasiun Kereta Api, Medan, Sabtu (22/5/2021). Stasiun Kereta Api Medan perdana menggunakan GeNose C19 untuk tes Covid-19 bagi para calon penumpang jarak jauh, hasil tes tersebut kemudian menjadi dokumen syarat perjalanan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Mulai hari ini, Senin (5/7), penumpang Kereta Api Antarkota di Wilayah Sumatera Utara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif Rapid Test Antigen maksimal 1x24 jam atau tes RT-PCR maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.

“Aturan tersebut mengacu pada SE Kemenhub No 42 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi Covid-19,” ungkap Vice President PT KAI Divre I SU, Daniel Johannes Hutabarat, Minggu (4/7).

Regulasi ini berlaku mulai tanggal 5-20 Juli 2021 mendatang.Ada pun untuk pelanggan di bawah 5 tahun tidak diharuskan menujukkan hasil Rapid Test Antigen atau RT-PCR.

Baca juga: Sejarah Stasiun Kereta Api Siantar, Bukti Majunya Industri Perkebunan Kolonial Belanda

Setiap pelanggan harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat Celsius, serta memakai masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut.

Selain itu, pelanggan KA juga tidak diperbolehkan berbicara satu arah mau pun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan, serta tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan bagi perjalanan yang kurang dari 2 (dua) jam terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat yang jika tidak lakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan individu tersebut.

 Ada pun untuk pelanggan KA Lokal Perkotaan dan KA Aglomerasi tidak diwajibkan untuk menunjukkan surat keterangan hasil negatif Rapid Test Antigen atau tes RT-PCR.

Dikatakan Daniel, PT KAI Divre I SU turut menyiapkan 6 stasiun yang menyediakan layanan Rapid Test Antigen.

 Ada pun untuk persyaratannya yaitu dengan menunjukkan kode booking atau tiket KA Antar Kota. Ke-6, stasiun tersebut yaitu Stasiun Medan, Tebing Tinggi, Kisaran, Tanjung Balai, Mambang Muda, dan Rantau Prapat.

 “Pada saat proses boarding, petugas akan mengecek seluruh persyaratan pelanggan dengan teliti, cermat, dan tegas untuk memastikan pelanggan yang diizinkan naik kereta api benar-benar telah memenuhi syarat yang ditetapkan,” kata Daniel.

 Bagi pelanggan yang tidak dapat menunjukkan dokumen persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan, maka tidak diperbolehkan naik KA dan tiket akan dikembalikan 100 persen.

 Agar tercipta physical distancing, PT KAI Divre I SU hanya menjual tiket sebanyak 70 persen dari kapasitas maksimal tempat duduk untuk KA Antar Kota dan 50 persen untuk KA Lokal Perkotaan.

Penumpang juga tetap wajib mematuhi protokol kesehatan serta menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak baik saat berada di stasiun mau pun selama dalam perjalanan.

“KAI mendukung penuh semua langkah yang diambil pemerintah dalam rangka menghentikan penyebaran Covid-19 di Indonesia,” pungkas Daniel.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved